Tenang Inter Milan Masih Bisa Meraih Scudetto Kok

Tenang Inter Milan Masih Bisa Meraih Scudetto Kok- Juli 2020, sepertinya bulan ini cukup cocok bagi klub Internazionale Milano untuk menjemput konsistensi persaingan menuju scudetto. Masih ada 9 laga sisa di Serie A dan selisih poin antara Inter dengan Juventus selaku pemilik singgahsana sementara hanyalah terpaut 8 angka. Hebatnya lagi, awal Juli ini seperti jadi pertanda bahwa semangat juang Romelu Lukaku dan kawan-kawan akan segera bertunas. Klimaksnya adalah di akhir Juni 2020 kemarin, tepatnya saat Nerazzurri mendapatkan kemenangan beruntung atas Parma dengan skor 2-1.

Tenang Inter Milan Masih Bisa Meraih Scudetto Kok

Mengapa disebut beruntung Terang saja, kala itu Inter Milan yang dinahkodai oleh Samir Handanovic selaku kapten bermain angin-anginan. Andai waktu itu Inter mendapat hasil imbang atau bahkan kalah, maka semakin jatuhlah mental para pemainnya. Menuju ke awal Juli, kabar menggembirakan pun ikut hinggap ke kandang Giuseppe Meazza. Adalah kesuksesan Inter menggaet Achraf Hakimi dari Real Madrid.

Pemain muda berusia 21 tahun ini dikontrak hingga 30 Juni 2025 dengan mahar 40 juta Euro plus bonus 5 juta Euro Andai Hakimi mampu memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan Inter Milan. Selain itu, ada pula selingan kegembiraan yang dihadirkan Inter Milan untuk negara kita Indonesia. Melalui peluncuran Jersey kandang terbaru untuk musim 2020/2021 Inter Milan pada awal Juli ini, sempat terbaca oleh kita tulisan “Made in Indonesia” yang berada di bagian dalam belakang kaus.

Bahkan, tajuk “Made in Indonesia” yang sejatinya merupakan produk kerja sama antara Inter Milan dengan Nike ini sempat jadi trending topik di Twitter beberapa hari yang lalu. Jadi, ada kebanggaan tersendiri bagi Indonesia karena produknya bisa bersaing di luar negeri. Kembali ke pembahasan konsistensi, hal yang turut menggembirakan bagi Antonio Conte adalah kemenangan besar 6-0 Inter Milan atas Brescia pada 02 Juli 2020 dini hari kemarin.

Peluang Inter Milan Meraih Scudetto Masih Terbuka

Jika menilik secara peringkat, barangkali cukup wajar bahwa Inter meraih kemenangan dikarenakan Brescia memang sudah berada di peringkat penutup klasemen Serie A. Tapi, bila menatap statistik laga dan kemenangan, maka ada yang cukup menarik di sini. Selain kemenangan telak 6 gol plus clean sheet, Alexis Sanchez yang sejatinya dipasang sebagai starter pun menjadi orang yang disorot karena ia bermain layaknya pemain yang sedang “kesurupan.”

Bagaimana tidak, statistik mencolok Sanchez yang menyumbangkan 2 assists plus 1 gol seakan menegaskan bahwa ia segera menemukan performa terbaiknya. Lebih daripada itu, dalam laga kontra Brescia klub Nerazzurri mencatatkan statistik impresif di mana 6 gol yang dihasilkan dicetak oleh 6 pemain berbeda. Young, Sanchez, D’Ambrosio, Gagliardini, Eriksen, dan Candreva masing-masing menyumbangkan 1 gol.

Terlepas dari lawan yang cukup mudah, setidaknya performa ini telah menjelaskan bahwa Inter mampu produktif dari segala lini dan Conte ikut memberikan apresiasi. Karena masih tersisa 9 laga di Serie A, Conte harus menjaga konsistensi, fokus, dan motivasi anak-anak asuhnya agar bisa terus menjaga peluang meraih scudetto.

Di peringkat ke-2, ada Lazio yang sudah mengumpulkan 68 poin, juga hasil dari 29 laga. Sedangkan Inter Milan masih duduk di peringkat ke-3 dengan jumlah poin 64. Selisih poin Inter terhadap sang Nyonya tua adalah 8 poin, dan selisih atas Lazio sebanyak 4 poin. Namun, saat berkaca pada jadwal 9 pertandingan sisa maka Juventuslah yang berada di posisi yang tersulit. Tanpa meremehkan tim-tim lain, Juventus masih harus berhadapan dengan 4 klub kuat mulai dari AC Milan, Atalanta, Lazio, dan Roma.

Secara, di luar dari tim-tim kuat yang telah disebutkan tadi, besar kemungkinan ada pula klub lain yang tidak rela kalah secara cuma-cuma. Sebut saja seperti Fiorentina, Sasuolo, Torino, hingga Genoa. Walaupun begitu adanya, peluang Inter untuk menggapai scudetto masih terbuka sembari menanti Juventus dan Lazio terpeleset. Konsekuensinya, tentu saja performa Inter mesti lebih baik daripada kedua klub ini.

Preview Manchester City Vs Liverpool Ke Etihad Stadium

Preview Manchester City Vs Liverpool Ke Etihad Stadium – Liverpool akan bertandang ke Etihad Stadium dengan status Sang Juara Premier League musim 2019/2020. Meneruskan tradisi di liga Inggris, Pasukan Pep Guadiola akan memberikan “Guard Honour” kepada Jordan Henderson Dkk, cukup menyakitkan bagi Manchester City karena musim kemarin merekalah yang diperlakukan seperti itu.

Preview Manchester City Vs Liverpool Ke Etihad Stadium

Pertandingan pasti sangat ditunggu penggemar liga Inggris, karena laga besar ini seperti pembuktian kualitas bagi tim yang juara di musim lalu versus sang juara musim ini.. Pertemuan tim ini juga akan mempertemukan kedua pelatih yang konsisten dengan filosopi dan strategi masing-masing.

Sebagaimana kita ketahui Pep Guardiola kukuh memainkan skema ball position yang dipadu dengan high pressing dan Juergen Klop yang konsisten memainkan skema gegen pressing yang dipadu dengan direct ball. Di musim ini Manchester City sudah hampir dipastikan mengamankan posisi Runner Up di Liga, karena Leceister City yang menjadi pesaing terdekat masih berjarak cukup jauh yakni 8 poin.

Perjalanan M. City di musim ini memang agak sial, poin mereka yang berselisih jauh dengan Liverpool disebabkan kekalahan dengan tim yang berada di peringkat bawah, ditambah seringnya diganggu badai cidera yang cukup mengganggu performa tim ini.

Untuk tim sekelas M.City yang punya jadwal yang sangat padat, karena mengikuti semua kejuaraan yang tersedia, cidera pemain adalah hantu yang paling menakutkan. Meskipun kalah stabil dari Liverpool, dengan statistik gol kemasukan 33 dan gol memasukkan sebanyak 86 boleh dibilang M.City adalah tim paling efisien dan paling menghibur di musim ini.

Untuk pertandingan malam ini M.City tidak diperkuat striker Sergio Aguero yang harus absen akibat cidera lutut, tetapi absennya Aquero tidak menjadi masalah, karena dia mempunyai pengganti yang sepadan pada diri Raheem Sterling, si predator muda.

Musim ini adalah musim yang sempurna buat Liverpool, mereka bermain sangat stabil, terbukti dengan rekor bertanding yang hanya kalah satu kali. Sektor yang berandil besar dalam kestabilan Liverpool musim ini adalah disektor pertahanan. Bayangkan saja, sektor yang digalang oleh Van Dijk dan Allison ini hanya kebobolan sebanyak 22 gol selama satu musim.

Tangguhnya pertahanan ini sangat mengangkat moral rekan tim yang lain, meskipun sektor gelandang sering dilanda cidera dan sistem rotasi yang dilakukan oleh Klop seperti tidak berpengaruh apa-apa. Meskipun diperkuat oleh pemain cadangan permainan Liverpool tetap solid.

Didukung oleh fakta itu, Juergen Klop malah tidak segan untuk memainkan pemain muda di pertandingan penting, Minamino adalah salah satu contoh pemain muda yang diberi kepercayaan oleh Klop di musim ini. Malam ini adalah momen yang tepat buat Klop untuk membuktikan Kualitas sang Juara.

Pertandingan malam ini adalah pertarungan dua pelatih yang yang sering disebut-sebut sebagai pelatih terbaik di Dunia. Pertandingan ini juga seperti mengulang rivalitas kedua pelatih ini di Liga Jerman. Meskipun pertandingan malam ini tidak berpengaruh lagi terhadap peringkat di liga, saya percaya adu reputasi kedua pelatih ini akan menciptakan permainan yang atraktif dan menghibur, pertandingan ini berpeluang menjadi pertandingan yang diwarnai banyak gol.

Meskipun begitu, dengan materi pemain yang seimbang dan kualitas pelatih kedua tim yang mumpuni, M. City versus Liverpool besar akan berakhir draw.

Bruno Fernandes Gelandang Serasa Striker DI Pertandingan Premier League

Bruno Fernandes Gelandang Serasa Striker DI Pertandingan Premier League – Liverpool telah mengukuhkan diri sebagai kampiun Liga Inggris musim 2019/2020. Sementara itu tim-tim lain terus bertarung untuk mengamankan posisi terbaik di klasemen sementara. Pertandingan semalam antara Manchester United melawan Brighton & Hove Albion berlangsung seru. Tim Setan Merah berhasil menekuk Brighton dengan skor telak 3-0 dan membawa pulang tiga poin tambahan.

Bruno Fernandes Gelandang Serasa Striker DI Pertandingan Premier League

Bruno Fernandes Gelandang Serasa Striker DI Pertandingan Premier League

Gol-gol MU dicetak oleh Mason Greenwood pada menit 16 dan Bruno Fernandes pada menit 29 dan 50. Bruno Fernandes menjadi Man of The Match pada pertandingan ini berkat dua golnya. Sejauh ini pemain asal Portugal itu telah menyumbang 6 gol dan 4 assist dari 13 laga yang dijalaninya semenjak bergabung di Old Trafford pada Januari lalu.

Bagi seorang pemain dengan posisi midfielder, ini merupakan prestasi yang luar biasa. Kehadiran Bruno Fernandes mengubah atmosfer permainan The Red Devils dan menambah percaya diri tim. Gelandang serasa striker. Kalimat ini sepertinya tepat untuk menggambarkan sosok dan performa seorang Bruno Fernandes di atas lapangan hijau.

Secara statistik Ada Beberapa Hal Menarik Dari Bruno Fernandes

Sejak melakoni debutnya pada bulan Februari, Bruno Fernandes telah terlibat dalam gol lebih sering di semua kompetisi ketimbang pemain Premier League lainnya (enam gol, empat assist). Fernandes terlibat langsung dalam delapan gol dari delapan pertandingan di liga untuk Manchester United (lima gol, tiga assist)–hanya Robin van Persie yang memiliki keterlibatan gol lebih banyak (sembilan gol) dengan jumlah penampilan yang sama di MU.

Melihat penampilannya yang begitu cemerlang, beberapa pihak berasumsi bahwa seandainya Bruno Fernandes bergabung dengan tim Setan Merah sejak awal musim, maka bisa jadi kondisi persaingan di papan klasemen tidak seperti saat ini. MU bisa saja menjadi mimpi buruk bagi Liverpool dan tim lainnya.

Pulihnya Paul Pogba dan duet Fernandes-Pogba membuat lini tengah MU semakin solid dan mematikan. Ini tentu saja menjadi ancaman bagi tim-tim lain di musim depan. Semoga saja Bruno Fernandes bisa terus konsisten dan mempertahankan performa terbaiknya bersama Manchester United.

Ciro Immobile Kembali Tancap Gas Lazio Tolak Tunduk pada Juventus

Ciro Immobile Kembali Tancap Gas Lazio Tolak Tunduk pada Juventus – Kekalahan Lazio dari Atalanta (2-3) beberapa hari lalu (25/6/20), bukan saja mengakhiri tren kemenangan Lazio musim ini, tetapi ini melebarkan poin dari Juventus. Beda 4 poin. Musim masih panjang. Masih ada 12 pertandingan yang perlu dilakonkan. Kali ini, Lazio tidak mau terantuk lagi. Tertinggal dari Fiorentina di menit ke-25, Lazio tidak mau kehilangan poin dalam laga sulit ini. Ciro Immobile menjadi inspirasi kemenangan tim.

Ciro Immobile Kembali Tancap Gas Lazio Tolak Tunduk pada Juventus

Ciro Immobile Kembali Tancap Gas Lazio Tolak Tunduk pada Juventus

Pemain berusia 30 tahun ini berhasil mencetak gol dari titik pinalti (menit 67). Gol itu pun menyamai skor (1-1) yang dicetak oleh Frank Ribery pada menit 25. Lazio mengunci kemenangan dan mendapatkan 3 poin penuh setelah Luis Alberto mencetak gol pada menit-menit akhir (menit 83) pertandingan. Kemenangan atas Fiorentina (2-1) cukup membuat posisi Juventus di puncak klasemen kembali terusik. Beda 4 poin belumlah menjadi jaminan kenyamanan bagi si Nyonya Tua dalam menampuk klasemen sementara.

Selain ini, laga ini menjadi peringatan bagi Lazio sendiri. Meraih Scudetto membutuhkan upaya keras. Tidak boleh lengah sebagaimana mereka tunduk di tangan Atalanta pada matchday ke-27 (25/6/20).

Kemenangan kontra Fiorentina ini menandakan jika Lazio tidak mau begitu saja tunduk pada Juventus pada musim ini. Dengan itu pula, Lazio perlu mengembalikan spirit yang pernah hidup sebelum jeda karena pandemi korona. Konsistensi tim Biru Langit ini harus kembali ditunjukkan agar peluang meraih titel Serie A tetap hidup.

Kalau Lazio terus konsisten, boleh jadi nasib pemuncak klasemen akan ditentukan pada 20 Juli mendatang. Pada saat itu, Juventus akan bertemu Lazio.Pertemuan ini bukan sekadar momen untuk mendapatkan raihan poin, tetapi laga ini akan bisa berasa final yang bisa mempengaruhi jalan jawara Liga Italia musim ini.

Peran Sentral Ciro Immobile di Lazio

Ciro Immobile menjadi leading man Lazio pada musim ini. Sebagai tukang gedor tim biru muda ini, Immobile menjadi sosok yang berhasil mengangkat performa Lazio. Sejauh ini, dia sudah mencetak 27 gol. Dia hanya membutuhkan 9 gol untuk bisa menyamai rekor pencetak gol Serie A kepunyaan Gonzalo Higuain saat masih berseragam Napoli. Rekor ini bisa dipecahkan mengingat Lazio masih mempunyai 12 laga untuk dilakonkan. Raihan gol Immobile menjadi lengkap jika itu dibarengi dengan raihan Scudetto musim ini.

Ciro Immobile pernah bermain di pelbagai klub di daratan Eropa. Sebelum hadir di Lazio pada tahun 2016, Immobile pernah berseragam Juventus, Dortmund dan Sevilla. Namun, penampilannya di tim-tim itu tidak terlalu mengkilap setelah berseragam klub ibukota, Lazio.

Tidak tanggung-tanggung, di musim pertama bergabung Lazio, Immobile langsung tancap gas. 23 gol lahir dari kakinya. Musim berikutnya, Immobile terus menunjukkan tajinya sebagai striker berbahaya di Serie A. 29 gol menjadi pencapaiannya. Saat ini, dia sementara menunjukkan tajinya untuk mengejar rekor yang masih dipegang oleh Higuain. Tidak hanya itu, dia juga berpeluang menjadi top skorer serie A dan Liga Eropa.

Namun, penampilan Immobile di timnas Itali tidak sementereng di Lazio. Ini pula yang menjadi bahan kritik kepada Immobile. Pasalnya lebih dari dua tahun, 2017-2019, Immobile tidak sekalipun mencetak gol bagi timnas Italia. Bahkan saat Italia gagal pergi ke Piala Dunia 2018, Immobile menjadi model dari sebuah majalah atas kegagalan Italia tersebut (ESPN.com 26/6/20).

Keberhasilan Immobile pada musim ini tidak lepas dari peran tim itu sendiri. Salah satunya, peran Luis Alberto. Luis Alberto menjadi salah satu penyumbang assist kepada Immobile. Menyikapi peran sentral Luis Alberto, Immobile pernah menulis di salah satu aplikasinya bahwa Luis Alberto mengetahui dirinya melebihi istrinya.

Immobile menjadi salah satu inspirasi penampilan Lazio pada musim ini. Berbareng dengan performa gemilangnya itu, Lazio juga sementara berada pada jalur yang tepat untuk mengakhiri masa penantian selama 20 tahun tanpa gelar seria A. Karena ini, Lazio terlihat berpeluang menjadi kontender serius bagi Juventus. Juventus tidak boleh lengah. Lengah berarti memberi ruang terbuka bagi Lazio untuk terus menempel.

Persoalannya, Lazio tidak ditopangi banyak talenta seperti yang dimiliki oleh Maurizio Sarri di Juventus. Juventus mempunyai banyak alternatif yang bisa mengubah permainan tim. Sementara Lazio sendiri berharap agar pemain seperti Ciro Immobile tidak didera cedera. Ya, Simeone Inzaghi mengandalkan semangat para pemain untuk bisa bersaing dengan kekutatan Juventus. Semangat itu terbukti. Immobile terus tancap gas merobek gawang lawan, dan Lazio tidak tolak tunduk pada Juventus untuk terbang sendirian di puncak Seria A.

Antoine Griezmann Patut Waspada Martin Braithwaite Lebih Cocok Memimpin

Antoine Griezmann Patut Waspada Martin Braithwaite Lebih Cocok Memimpin – Griezmann dibeli seharga €120 juta tahun lalu namun pembelian darurat seperti Braithwaite justru tampil mengesankan dalam kemenangan atas Mallorca. Kembalinya Luis Suarez dari cedera dimaksudkan untuk menjadi kabar buruk bagi Martin Braithwaite – tapi sekarang justru Antoine Griezmann yang paling berisiko untuk kehilangan posisinya di starting line-up Barcelona.

Antoine Griezmann Patut Waspada Martin Braithwaite Lebih Cocok Memimpin

Antoine Griezmann Patut Waspada Martin Braithwaite Lebih Cocok Memimpin

Ketika Suarez diturunkan di 12 menit memasuki babak kedua dalam kemenangan 4-0 atas Mallorca pada akhir pekan kemarin, bukannya Braithwaite yang ditarik keluar – itu justru rekrutan senilai €120 juta Griezmann. Apa pun yang dipikirkan orang tentang Griezmann, etos kerjanya tidak dapat disangkal. Pada dua kesempatan terpisah selama babak pertama, dia berlari sampai ke garis pertahanan untuk membantu timnya.

Namun, Barca tidak menjadikan Griezmann sebagai transfer termahal kedua dalam sejarah klub untuk memperkuat lini belakang mereka. Mereka membelinya untuk menambah dimensi ekstra di lini penyerangan – dan dia masih kesulitan untuk memberikannya.

Sulit Memperdebatkan Keputusan Dengan Pelatih Quique Setien

Tentu saja ada sedikit pembelaan. Formasi Barca yang menerapkan 4-3-3 tidak cocok untuk pemain yang menikmati begitu banyak sukses dalam skema dua penyerang di Atletico Madrid. Tapi intinya adalah Griezmann belum beradaptasi dan, saat melawan Mallorca, yang menjadi pertandingan pertama Barca sejak Maret menyusul pandemi virus corona, dia tidak menawarkan apa-apa dari sudut pandang ofensif ketika dimainkan di depan.

Braithwaite, sebaliknya, tampil mengesankan saat tidak membawa bola. Ia menciptakan ruang bagi pemain lain seperti Arturo Vidal dan Frenkie de Jong agar bisa mengeksploitasi, sementara ia juga memiliki ancaman gol yang serius – tidak seperti Griezmann.

Terbukti pemain Denmark itu menggandakan keunggulan Barca dengan gol pertamanya untuk klub, setelah Vidal membuka skor lewat sundulan bagus memanfaatkan umpan silang Jordi Alba, hanya 65 detik seusai kick-off. Sementara penyelesaian Braithwaite begitu menawan. Mantan striker Leganes itu mengemas golnya di menit ke-37, setelah Lionel Messi dengan berani memberi bola ke jalannya. Itu adalah assist ke-13 Messi musim ini; dan assist ke-14 tiba hanya 10 menit sebelum berakhirnya pertandingan ketika dia membantu Alba dalam mencetak gol.

Pemain Argentina itu sekarang telah melampaui rekor assist pribadi selama berkarier, dengan prestasi terbaik untuk keseluruhan kampanye datang pada musim 2018/19 (13). Messi bisa menambah assist-nya di pertandingan kemarin, tetapi Manolo Reina melakukan penyelamatan gemilang dengan kakinya untuk menggagalkan kesempatan Braithwaite. Itu adalah jenis kerja sama yang sejatinya diharapkan penggemar dari sang kapten dan Griezmann, tetapi itu tidak pernah terwujud.

Jadi, pemenang Piala Dunia itu tahu dirinya tidak bisa mengeluh dengan keputusan Setien untuk menarik dirinya dan memberi jalan kepada Suarez setelah paruh waktu. Pemain Uruguay itu, yang menjalani operasi lutut pada Januari lalu, belum tampil mematikan lagi di depan gawang, dan itu bisa dimaklumi karena ia baru saja pulih dari cedera panjang.

Tapi semua daya dobrak dan dinamisme Barca yang lama ada di sana, dan dia bekerja sama dengan Messi untuk membantu sang megabintang mencetak golnya di detik-detik terakhir. Sang kapten bermain seolah-olah tengah menghemat energi untuk pertempuran yang lebih besar ke depan, yang tampaknya bijaksana mengingat masalah cederanya baru-baru ini, namun ia masih mengakhiri pertandingan dengan dua assist dan gol ke-20 musim ini. Harapan Barca untuk gelar ganda di liga dan Eropa berada di pundaknya.

Namun, Suarez harus memainkan peran penting guna mengalahkan Real Madrid dalam perburuan gelar. Selain dia, Braithwaite juga bisa melakukannya. Ketika ditanya oleh Goal awal pekan ini mengenai potensi Suarez yang akan mengurangi waktu bermainnya, Braithwaite menjawab. Jujur, saya tidak berpikir seperti itu. Saya sangat senang bahwa Luis kembali karena ketika saya datang ke sini, dia sedang cedera dan saya belum bermain dengannya.

Braithwaite akhirnya mendapatkan kesempatan bermain dengan Suarez itu pada Sabtu malam kemarin. Dan dia kemungkinan akan memiliki itu di masa depan. Saat melawan Mallorca, Braithwaite tampak lebih cocok untuk lini serang Barcelona ketimbang Griezmann dan mungkin dia harus lebih diutamakan.

Sudah Juara Liverpool Tetap Gas Pol Lawan Man City

Sudah Juara Liverpool Tetap Gas Pol Lawan Man City – Liverpool bisa menuntaskan Liga Inggris musim ini dengan agak santai, karena sudah dipastikan juara. Tapi mereka tak mau bersantai di markas Manchester City. Liverpool telah dipastikan jadi juara Liga Inggris 2019/2020. Kekalahan Manchester City dari Chelsea pada Jumat (26/6/2020) dini hari WIB mengonfirmasi hal tersebut.

Sudah Juara Liverpool Tetap Gas Pol Lawan Man City

Sudah Juara Liverpool Tetap Gas Pol Lawan Man City

Ini jadi pertama kalinya ‘Si Merah’ memenangi Premier League, sekaligus jadi gelar liga pertama sejak 1990 silam. Skuad besutan Juergen Klopp pun meraihnya dengan penuh gaya, di mana musim masih menyisakan tujuh laga sehingga berujung ke sebuah rekor.

Liverpool Juara dengan 7 Laga Sisa Rekor

Praktis kini tak ada lagi trofi yang bisa dikejar Liverpool di sisa musim. Mohamed Salah dkk, meski demikian, masih bisa memburu rekor-rekor yang tersedia untuk dipecahkan. Di lain sisi, mengunci gelar dengan cepat memberikan kesempatan Liverpool untuk lebih santai menyelesaikan musim. Klopp bisa lebih banyak mencoba pemain-pemain muda, atau rekrutan Januari lalu yakni Takumi Minamino yang belum banyak dapat kesempatan.

Klopp cuma memastikan bahwa timnya akan menghadapi sisa musim ini dengan fokus dan konsentrasi yang sama, apalagi lawan berikutnya adalah Manchester City. Laga akan digelar di Etihad Stadium = pekan depan yang mendatang.

Ketika saya pertama kali mendengar soal daftar pertandingan, dua laga dalam tiga hari (vs Everton dan vs Crystal Palace) lalu delapan hari off, itu tidak masuk akal,” kata Klopp kepada Sky Sports.

Tapi sekarang itu jadi sangat sempurna. Kami akan berlatih lagi mulai Sabtu nanti dengan gas pol. Kami berikutnya harus menghadapi Manchester City dan kalau kami ke sana dengan hanya 50% kemampuan, mereka akan menendang kami keluar dari stadion. Itu tidak akan terjadi, kami akan siap, imbuhnya.

Manchester United Gelar Game Internal Rashford dan Pogba Tampil Kesetanan

Manchester United Gelar Game Internal Rashford dan Pogba Tampil Kesetanan – Jelang restart alias dilanjutkannya kembali Liga Inggris musim 2019/2020, setelah tertangguhkan sejak Maret lalu imbas pandemi COVID-19, Manchester United menggelar game internal yang stadion kebanggaan milik mereka, Old Trafford.

Dihelat secara tertutup tanpa penonton di stadion, laga sendiri berkesudahan imbang 4-4. Dipantau langsung oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer serta Michael Carrick selaku asisten manajer, skuat Man United dipecah menjadi dua tim.

Manchester United Gelar Game Internal Rashford dan Pogba Tampil Kesetanan

Manchester United Gelar Game Internal Rashford dan Pogba Tampil Kesetanan

Tim pertama yang mengenakan jersey kandang Man United berwarna merah, dipimpin oleh sang kapten klub, Harry Maguire. Sementara tim lawannya mengenakan kostum savana yang merupakan jersey tandang Setan Merah. Tim ini dikomandoi Bruno Fernandes sebagai jenderal di lapangan tengah.

Yang mencuri perhatian dari game internal ini adalah performa ciamik dua bintang Man United, Marcus Rashford dan Paul Pogba, yang sama-sama telah pulih dari cedera panjang dan sudah kembali fit 100 persen. Sedangkan satu gol lainnya dibukukan oleh Pogba. Tak hanya mencetak gol, gelandang berjuluk La Pioche itu juga mengkreasi sepasang assist untuk gol-gol yang diciptakan Rashford.

Adapun Man United bakal kembali melanjutkan petualangan mereka di Liga Inggris pada 20 Juni mendatang. Memasuki matchweek 30 saat restart, Man United akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur asuhan eks pelatih Setan Merah, Jose Mourinho.

Saat ini Man United sendiri masih berada di peringkat kelima klasemen sementara Premier League 2019/2020 dengan raihan 45 poin dari 29 pertandingan, berjarak tiga poin dari Chelsea yang ada di peringkat keempat, serta unggul empat poin atas Tottenham yang masih tertahan di posisi kedelapan.

Usai Ditahan Imbang Sassuolo Biraghi Minta Inter Move On

Usai Ditahan Imbang Sassuolo Biraghi Minta Inter Move On – Pemain sayap Inter Milan, Cristiano Biraghi, mengaku sangat kecewa lantaran timnya hanya mampu bermain imbang saat menjamu Sassuolo dini hari tadi. Namun Biraghi meminta La Beneamata segera move on ke laga selanjutnya.

Inter Milan sendiri gagal meraih kemenangan pada lanjutan giornata ke-27 Serie A. Menjamu Sassuolo di San Siro, Kamis (25/6) dini hari WIB, La Beneamata hanya mampu bermain imbang 3-3.

Usai Ditahan Imbang Sassuolo Biraghi Minta Inter Move On

Usai Ditahan Imbang Sassuolo Biraghi Minta Inter Move On

Biraghi yang mencetak gol kedua bagi Inter mengaku sangat bahagia bisa membobol gawang Sassuolo, namun sayangnya gol tersebut tak berarti apa-apa karena Nerazzurri gagal mengamankan tiga poin. Terlepas dari gol tersebut, saya senang kami bisa bangkit dalam pertandingan yang berjalan menyulitkan bagi kami sejak awal,” ujar Biraghi kepada Inter TV.

Kami menginginkan tiga poin dan gol saya memberi kami keunggulan. Sayangnya, laga tersebut harus berakhir seperti ini. Ada begitu banyak penyesalan yang kami rasakan. Ketika Anda bermain untuk Inter, Anda adalah bagian dari tim yang hebat dan harus segera memikirkan pertandingan selanjutnya, ujarnya melanjutkan.

Perjalanan ke Parma menjadi kesempatan untuk bisa kembali ke jalur yang tepat. Kami harus berpikir seperti tim yang besar. Kami fokus terhadap kemenangan. Sejak kami kembali, kami memiliki lebih banyak peluang dibandingkan lawan kami: gagal untuk memastikan kemenangan menjadi sebuah masalah. Itu terjadi saat menghadapi Napoli dan juga hari ini.

Sangat disayangkan ketika kami tak dapat memenangkan pertandingan seperti ini, di mana kami memberikan segalanya untuk memastikan kemenangan tetapi membiarkan tiga poin luput dari tangan karena kesalahan-kesalahan kami.

Duo Barcelona Lionel Messi & Antoine Griezmann Berkelahi Saat Latihan

Duo Barcelona Lionel Messi & Antoine Griezmann Berkelahi Saat Latihan – Pelatih Quique Setien dikabarkan sampai harus melerai kedua penyerang andalan Barcelona ini. Rumor kurang sedap tengah menghinggapi Barcelona setelah kedua pemain bintangnya, Lionel Messi dan Antoine Griezmann, dikabarkan terlibat perkelahian dalam sesi latihan awal pekan ini.

Dalam berita yang dirilis Diario Gol, Griezmann dan Messi terlibat adu fisik dan membuat suasana latihan memanas ke level yang tak bisa diabaikan begitu saja. Lebih lanjut, media Spanyol itu juga menyebut pelatih Barcelona Quique Setien dan sejumlah pemain lain sampai harus melerai Messi dan Griezmann.

Duo Barcelona Lionel Messi & Antoine Griezmann Berkelahi Saat Latihan

Duo Barcelona Lionel Messi & Antoine Griezmann Berkelahi Saat Latihan

Tentu saja kabar miring ini masih simpang siur lantaran tidak ada bukti foto atau video dari lokasi latihan. Namun jika benar, konflik internal seperti ini berpotensi mengganggu fokus Barca dalam persaingan juara La Liga Spanyol.

Akhir pekan lalu, Barcelona harus rela disalip rival abadinya, Real Madrid, di puncak klasemen. Seperti diketahui, Barca hanya sanggup bermain 0-0 dengan Sevilla, sementara Madrid mampu unggul 2-1 atas Real Sociedad. Meski duo Clasico ini punya poin setara, Madrid unggul secara head-to-head.

Hubungan Messi dan Griezmann memang disebut-sebut kurang harmonis. Dalam laga melawan Leganes saat restart La Liga pekan lalu, Messi dilaporkan tak sekalipun memberikan operan kepada Griezmann. Griezmann sendiri dinilai gagal memenuhi ekspektasi di Camp Nou sejak diboyong dari Atletico Madrid senilai €120 juta pada musim panas tahun lalu. Sejauh ini, penyerang Prancis itu mampu mencetak 14 gol dari 40 penampilan di semua ajang.

Kabar kepergian Griezmann juga mulai muncul, dengan Manchester United disebutkan berminat. Penjualan Griezmann di musim panas ini diyakini bisa mengoreksi neraca finansial klub yang tengah terpukul karena pandemi virus corona.

Jika Griezmann diisukan pergi, Messi diyakini sudah di ambang perpanjangan kontrak. Mundo Deportivo menyebut Messi setuju untuk tidak naik gaji dan kedua belah pihak sudah menyepakati sebagian besar dari isi kontrak baru berdurasi dua tahun ini.

Kontrak Messi di Camp Nou akan kedaluwarsa pada musim panas 2021. Sesuai kontraknya saat ini, penyerang Argentina itu memiliki gaji pokok €565 ribu per pekan.

Terungkap Wayne Rooney Pernah Sarankan Manchester United Beli Idrissa Gueye

Terungkap Wayne Rooney Pernah Sarankan Manchester United Beli Idrissa Gueye – triker gaek Wayne Rooney mengungkapkan bahwa ia pernah memberi saran pada mantan klubnya, Manchester United untuk menggaet Idrissa Gueye.

Saran tersebut diberikan Rooney kepada United sesaat setelah ia hengkang dari Old Trafford untuk kembali ke klub lamanya Everton pada 2017 lalu. Saat itu, Rooney memang menjadi rekan setim Gueye, yang akhirnya meninggalkan Everton pada musim panas tahun lalu untuk menerima pinangan PSG.

Terungkap Wayne Rooney Pernah Sarankan Manchester United Beli Idrissa Gueye

Terungkap Wayne Rooney Pernah Sarankan Manchester United Beli Idrissa Gueye

Cerita Wayne Rooney Saat Terkesima Dengan Kualitas Yang Di Milikinya

Rooney mengaku dirinya langsung terkesima begitu melihat kualitas yang dimiliki Gueye. Bagi Wazza, gelandang asal Senegal itu layak bermain di tim sekelas United. Semua orang membicarakan tentang tekel dan energinya, tapi yang membuat saya terkejut adalah kualitasnya dengan bola, dia selalu ingin memainkannya ke depan dan ke kaki Anda, tulis Rooney dalam kolomnya di The Times.

Setelah sebulan bermain bersama dia, saya berbicara kepada orang Manchester United, mengatakan bahwa dia cukup bagus bagi mereka. Saya tak terkejut ketika PSG merekrutnya, tambah Rooney.Selain Gueye, Rooney juga membagikan ceritanya soal sosok Marouane Fellaini yang bergabung dengan United pada 2013 silam setelah digaet dari Everton.

Dia benar-benar susah dikendalikan. Dia tak bermaksud demikian, tapi dia selalu mencoba menyergap Anda dengan menggunakan lutut atau siku, dia mencetak gol, selalu memberikan ancaman dan tak pernah mendapat kredit yang layak ia dapatkan, tutur Rooney.

Dia orangnya sangat aik dan ketika dia diragukan di Manchester United, sulit bagi dia. Saya mengagumi karakter yang ia tunjukkan untuk melewatinya dan memenangkan hati sedikit fans, tukasnya.