Permasalahan Buruknya Nutrisi pada College Student Athlete Sepak Bola Indonesia

Permasalahan Buruknya Nutrisi pada College Student Athlete Sepak Bola Indonesia – College Student Athlete biasanya berumur 16-19 tahun dan mereka hidup jauh dari orang tua mereka untuk merantau menuntut ilmu di kota lain, dengan posisi yang berjauhan dari orang tua mereka membuat pola makan tidak terkontrol karena tidak ada pengawasan orang tua, minimnya uang saku untuk membeli makanan sehat, dan lemahnya pengetahuan dan sosialisasi tentang nutrisi yang tepat sedari kecil.

Permasalahan Buruknya Nutrisi pada College Student Athlete Sepak Bola Indonesia

Permasalahan Buruknya Nutrisi pada College Student Athlete Sepak Bola Indonesia

Soccer College Student Athlete di Indonesia penulis asumsikan memiliki pola makan yang buruk bagi kehidupan olahraga mereka, bahkan jauh dari pola makan hidup normal yang direkomendasikan berbagai instansi kesehatan. Dengan hanya makan sehari hanya dua kali, makan terlalu banyak karbohidrat, dan kurangnya asupan kadar kreatinin maupun protein untuk tingkat College Student Athlete membuat penulis bisa mengasumsikan bahwa mereka mempunyai perilaku makan yang buruk.

Ini dimulai dari alasan bahwa kurangnya dana harian yang dimiliki oleh college student-athlete yang membuat mereka membeli makanan instan, makanan penuh lemak, dan minuman yang bergula agar cepat kenyang seharian sesuai budget makan harian mereka. Nutrisi pada umumnya seharusnya memberikan pengaruh yang besar bagi performa dari student athlete. Permasalahan ini mengakar sekali di Indonesia dan berdampak pada lemahnya fisik atlet di lapangan ketika bertanding.

Pada banyak penelitian dan beberapa fakta yang tersaji bahwa pemain sepakbola Indonesia pada level remaja sampai senior diasumsikan hanya mampu mencapai performa fisik terbaiknya untuk 60 menit saja. Kelemahan itu jelas membuat pelatih tidak bisa memaksimalkan taktik dengan fisik yang dimiliki pemain dan dapat sangat berdampak besar pada hasil pertandingan. Nutrisi adalah hal yang vital bagi atlet untuk membantu mereka mencapai performa tertinggi dalam kehidupan olahraga mereka Nutrisi penting karena berupaya menyediakan energi untuk beberapa jenis proses yang dilakukan didalam tubuh.

Bagaimana pola makan mereka sebelum dan sesudah latihan atau pertandingan sangat berpengaruh pada penjagaan tingkat kesehatan dan tingkat kebugaran mereka. Nutrisi dalam soccer college student-athlete sebenarnya menjadi isu yang sangat melekat namun tidak disadari sebagai hal yang urgensi oleh pelatih di tingkat kampus. Bagi para pelatih, rasanya nutrisi bukan tanggung jawab mereka dan masih diilhami sebagai urusan pribadi masing-masing.

Dengan kebiasaan buruk dari soccer college student-athlete yang tidak disiplin mengenai pola makanan yang baik membuat pelatih kadang kehabisan akal saat pertandingan ketika pemainnya kehabisan bbensin saat menit pun belum menunjukkan angka 90. Lemahnya fisik menimbulkan banyak masalah mulai dari instabilitas performa, menurunya kepercayaan diri, sampai isu psikologis dari soccer college student-athlete. Dengan itu isu ini menjadi salah satu yang krusial dalam hal melatih pemain muda selain di aspek teknis.

Dr. Chris Book yang merupakan instruktur penulis dalam pelatihan pernah mengatakan dalam suatu modul kelas “Sementara penelitian mengatakan genotipe diyakini berkontribusi sekitar 50% terhadap potensi kinerja atlet. Faktor-faktor lingkungan seperti diet dan kesehatan dan tekanan emosional dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan lingkungan atlet, seperti akses yang memadai ke fasilitas pelatihan yang diperlukan nampaknya berkontribusi sekitar 30%. Efek spesifik dari pelatihan, yaitu efek interaksi pelatihan-genotipe tampaknya berkontribusi sekitar 15%.

Dan 5% sisanya hanyalah variasi acak dalam data” Dari hal itu penulis dapat melihat salah satu titik krusial dari pernyataan diatas bahwa selain genetika menjadi hal penting, gaya hidup atlet dan lingkungan juga memiliki pengaruh besar bagi atlet dalam memaksimalkan potensi mereka, pernyataan diatas menyebutkan bahwa jumlah gaya hidup dan lingkungan berkontribusi 30% untuk mencapai performa tertinggi atlet.

Gaya hidup mulai dari lingkungan sampai makanan benar-benar merupakan hal yang perlu bagi atlet dari mulai tingkat junior maupun senior dan dengan kata itu penulis tidak bermaksud ketika anda memiliki diet yang benar, tiba-tiba anda bisa bertranformasi langsung menjadi atlet elit kelas dunia, itu pemikiran yang salah! Nutrisi yang baik dan pola makan yang sempurna membantu mendorong atlet untuk mencapai puncak potensi kinerja mereka.

Apabila kita menggali lebih dalam dan melihat bagaimana energi dibuat ada tiga metode pengisian ATP ini. Sebelum lebih jauh sebenarnya apa itu ATP. ATP (Adenosine tri-fosfat) adalah molekul penting yang ditemukan pada semua makhluk hidup. Anggap saja sebagai “mata uang energi” di sel. Jika sel perlu untuk menghabiskan energi menyelesaikan suatu tugas, maka molekul ATP bertugas memecah satu dari tiga fosfatnya, menjadi ADP (Adenosine di-fosfat) + fosfat. Molekul ATP seperti baterai isi ulang.

Ketika terisi penuh, itu adalah ATP. Saat dijalankan, itu ADP. Namun, baterai tidak akan dibuang ketika baterai habis – baterai akan terisi kembali. Tiga metode pengisian untuk melakukan ini, dan masing-masing berbeda dalam kapasitas dan kecepatan memproduksi ATP. Pertama, metode creatine phosphate yang merupakan mekanisme pengisian ulang yang sangat cepat dengan enam hingga delapan detik kapasitas produksi ATP.

Kedua, Glikolisis, metode ini cukup cepat, mengisi ulang ATP dengan kecepatan langsung atau sedang. Ketiga, metode aerobik, yaitu mekanisme pengisian ulang yang relatif lambat, memiliki kapasitas produksi ATP yang sangat besar, bahkan hingga berhari-hari. Dari beberapa proses pengisian ATP jelas mempunyai hubungan langsung antara makanan yang di makan dengan seberapa berenergi yang dirasakan. Makanan adalah bahan bakar yang digunakan oleh tiga proses pengisian ulang, penggunaan nutrisi / diet yang lebih tepat dapat meningkatkan kekuatan pengisian ulang ADP.

ATP dan berdampak langsung untuk kekuatan fisik atlet atau bahasa mudahnya adalah untuk membantu seberapa cepat atlet untuk memproduksi dan memulihkan tenaga mereka pada waktu yang singkat. Karena jelas setiap detik waktu merupakan proses hidup matinya atlet di dalam lapangan. Nutrisi yang baik juga jelas membantu pelatih untuk menjalankan strategi nya yang telah dirancang mati-matian dan dapat dimainkan secara efektif dengan bantuan fisik pemain di lapangan.

Jika dilihat dari asupan nutrisi harian, asupan yang disarankan untuk kelompok makanan per hari untuk semua atlet termasuk anak-anak dan remaja berada dalam kelompok karbohidrat yang dibutuhkan setiap orang adalah 6 hingga 10 gram per kilogram berat badan per hari. Pada kelompok protein 1,2 hingga 1,7 gram per kilogram berat badan per hari, untuk lemak yang ideal untuk perhari adalah 20% hingga 35% dari total asupan energi. Jumlah nutrisi ini biasanya tidak tercapai oleh college student-athlete pada umumnya di Indonesia dan biasanya di bawah jumlah asupan rata-rata yang direkomendasikan untuk kelompok makanan per hari.

Ketika lingkungan dan gaya hidup jauh dari sisi yang sehat, hal ini dapat berdampak pada pengembangan atlet jangka panjang dan target pastinya tidak akan pernah tercapai ketika 30% faktor kemampuan potensial hilang. Atlet berbeda dari semua manusia biasa, mereka membutuhkan perhatian khusus dalam kehidupannya agar tetap berada di jalur yang sempurna untuk melakukan potensi puncak. Pembangunan sepakbola ialah hal yang rumit karena membina dan mengasah potensi manusia untuk bisa bermain sepakbola secara brilian memang perkara yang memerulakan proses dan sarat akan kompleksitas.

Apabila fondasi dan metodologi yang tepat ditegakkan dengan baik pastinya akan menjadi kunci kesuksesan melahirkan pemain yang sukses bagi nusa dan bangsa. College student-athlete tentunya akan dan harus menjadi bagian long term athlete development di bangsa Indonesia dengan menjadi wadah untuk mengantarkan student athlete menuju professional athlete. Dengan itu perlu pembinaan dan edukasi yang khusus dan tidak main-main dalam implementasinya jika kita berharap menghadirkan bangsa yang cemerlang dalam khazanah olahraga sepakbola di dunia.

Published by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *