PSSI Takut Meletus Masa Merapi Harus Dipindah

PSSI Takut Meletus Masa Merapi Harus Dipindah – PSSI memang makin lucu, sekaligus memprihatinkan. Saat dipimpin oleh Edy Rahmayadi, yang lebih memilih jadi Gubernur Sumatra Utara meski belum lama jadi Ketua Umum PSSI, ia banyak dicemooh karena komentarnya. Seperti “pelatih itu coach” misalnya. Sekarang penggantinya juga tak mau kalah. Kali ini soal alasan pembatalan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai salah satu venue untuk even sarat gengsi, Piala Dunia U20.

PSSI Takut Meletus Masa Merapi Harus Dipindah

PSSI Takut Meletus Masa Merapi Harus Dipindah

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa alasan dicoretnya Stadion Mandala Krida karena ketakutan akan meletusnya Gunung Merapi. Sedangkan untuk Stadion Pakansari, Bogor yang juga sebelumnya disebut sebagai salah satu venue adalah karena kalah fasilitas disbanding Jakabaring dan Jalak Harupat. Merapi yang berjarak 29,2 km dari Stadion Mandala Krida menjadi salah satu andalan pariwisata Yogyakarta. Aktivitas Merapi sebagai gunung api yang berstatus aktif wajar saja, dan tidak mengganggu masyarakat. Erupsi terakhir terjadi pada 28 Maret 2020 lalu.

Maka tak salah jika Gubernur Di Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X tersenyum setengah geli ketika ditanya wartawan soal gunung Merapi yang jadi alasan dibatalkannya Stadion Mandala Krida sebagai venue Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

Kalangan pelaku dunia dunia pariwisata DIY pun menilai alasan PSSI itu cukup lucu. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Deddy Pranowo menyebut alasan yang disampaikan PSSI soal pembatalan Yogyakarta jadi venue Piala Dunia cukup lucu.

PSSI memang telah mengumumkan 6 stadion sebagai bakal venue Piala Dunia U-20. Stadion Mandala Krida yang sebelumnya masuk dalam daftar 10 venue tercoret. Ke 6 stadion tersebut adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) — Jakarta, Stadion Gelora Sriwijaya — Palembang, Stadion Si Jalak Harupat – Kabupaten Bandung, Stadion Manahan — Solo, Stadion Gelora Bung Tomo — Surabaya dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar – Bali

Soal Mandala Krida kami sudah melihat, ini beberapa kali FIFA menanyakan tentang erupsi atau vulkanik atau gunung merapi,” kata Mochamad Iriawan, dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora,3 Juli 2020. Nah itu yang menjadi catatan dari FIFA, kita tidak bisa menahan kapan gunung itu tidak menyemburkan laharnya kan, jadi itu pertimbangannya,” tambahnya.

Keputusan PSSI itu tentu saja mengecewakan masyarakat Yogyakarta yang sudah senang dengan ditunjuknya Mandala Krida sebagai salah satu venue Piala Dunia 2020 yang akan berlangsung pada tanggal 20 Mei-12 Juni 2021 mendatang.

Alasan PSSI mencoret Stadion Mandala Krida memang patut dipertanyakan. PSSI sudah meninjau stadion itu, mengakui fasilitas yang ada cukup bagus dan mendekati standar FIFA. Hanya beberapa yang perlu dibenahi seperti perlunya dibuat single seat, lalu tudung tribun VIP, jacuzzi atau tempat berendam setelah pemain berlaga, juga sejumlah kamar mandi yang harus direnovasi.

Stadion Mandala Krida yang dibangun pada tahun 1976 dan memiliki kapasitas 35 ribu penonton itu juga sudah direnovasi pada 2019. Lokasinya strategis sebagai venue Piala Dunia U-20 2021, berada di pusat kota. Bukan di pinggiran seperti stadion besar umumnya. Ini membuat Mandala Krida menjadi lokasi pas karena jaraknya cukup dekat dengan sejumlah sarana seperti hotel-hotel dan stadion pendukung.

Bisa dipertanyakan, jika erupsi gunung Merapi yang jadi alasan PSSI, ketakutan akan letusan, jelas terasa mengada-ada. Apakah di Bali misalnya bisa dijamin Gunung Agung tidak beraktivitas, erupsi?. Apakah epidemi Corvid-19 sudah mereda atau benar-benar lenyap pada gelaran even paling bergengsi tersebut? Ini mengingat Surabaya yang saat ini tercatat sebagai provinsi dengan kasus tertinggi di Indonesia.

Maka langkah PSSI dengan gegabah menetapkan 6 stadion tersebut, yang masih menanti persetujuan dari FIFA, bisa dipertanyakan. Jangan nanti jadi bahan tertawaan. Ucapan Sultan Hamengku Buwono X juga menjadi sindiran bagi PSSI, saat ia mengatakan bahwa Merapi memang beraktivitas dan tidak bisa pindah. Lha arep mindah Merapi piye nek alesane Merapi, ya kan? (Lha bagaimana mau memindahkan Merapi kalau alasan pencoretan dari FIFA karena aktivitas Merapi),” kata Sultan.

Entah apa alasan dari PSSI jika nanti ternyata Mandala Krida yang dipilih oleh FIFA. Apakah akan mengatakan “Merapi ternyata tidak menakutkan.

Published by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *