Siapa Pesepakbola Pertama yang Populerkan Gol Tendangan Salto

Siapa Pesepakbola Pertama yang Populerkan Gol Tendangan Salto – Tak banyak yang tahu siapa sebenarnya pemain sepakbola yang pertama kali mempopulerkan tendangan salto. Bagi kebanyakan orang mungkin lebih mengenal gol tendangan salto yang dicetak Gareth Bale misalnya ke gawang Liverpool di final Liga Champions 2018-19 atau sepakan salto Widodo C Putro ke gawang Kuwait di babak fase grup Piala Asia 1996.

Siapa Pesepakbola Pertama yang Populerkan Gol Tendangan Salto

Siapa Pesepakbola Pertama yang Populerkan Gol Tendangan Salto

Ialah pemain asal Brasil bernama Lenidas da Silva yang dianggap sebagai pioner tendangan salto di lapangan hijau. Dikutip dari thesefootballtimes, da Silva pertama kali mencetak gol lewat aksi tendangan salto saat bermain untuk Bonsucesso melawan Carioca pada April 1932.

Namun sejumlah media di Uruguay dan Chile menyebut bahwa da Silva bukan orang pertama yang melakukannya. Sepakan salto menurut media kedua negara tersebut sudah lama digunakan pemain amatir di sana. Akan tetapi untuk teknik seperti yang dilakukan Bale dan Widodo C Putro faktanya memang dipopulerkan oleh da Silva.

Da Silva lahir Rio de Janeiro. Di awal kariernya, ia berperan sebagai seorang winger kanan. Di kemudian hari, posisinya digeser hingga menjadi penyerang tengah. “Ia seorang pemain yang sangat lincah, memiliki kecepatan dan badan atletis,” tulis salah satu media Brasil.

Permainan Da Silva di 1932 menarik minat klub besar dan tim nasional Brasil. Ia pun sempat bermain untuk tim Samba saat melawan Uruguay di Montevideo dan mencetak dua gol untuk kemenangan 2-1 Brasil. Aksinya itu kemudian membuat klub Penarol meminangnya.

Namun ia hanya bermain sebentar di Liga Uruguay. Pada 1934, ia memutuskan untuk kembali ke Brasil dan menerima pinangan dari Vasco da Gama. Lagi-lagi di Vasco, Da Silva kurang optimal. Ia tercatat hanya bermain 4 kali dan mencetak 1 gol.

Meski begitu hal itu tak menghalangi dirinya dipanggil ke timnas Brasil untuk Piala Dunia 1934. Brasil di kompetisi kedua Piala Dunia ini datang dengan kondisi tak bagus. Alhasil, mereka langsung tersingkir di babak pertama setelah kalah 1-3 dar Spanyol dan Da Silva jadi satu-satunya pemain Brasil yang cetak gol di turnamen tersebut.

Top Skor Piala Dunia 1938 dan tersandung kasus hukum

Empat tahun kemudian, Da Silva kembali bela Brasil di Piala Dunia edisi ketiga yang berlangsung di Prancis. Di turnamen ini, nama Da Silva populer. Ia tercatat jadi top skor Piala Dunia 1938 dengan 7 gol, satu golnya dicetak lewat aksi tendangan salto ke gawang Cekoslovakia.

Apakah dia di darat atau di udara (saat mencetak gol), pria karet itu memiliki bakat yang luar biasa karena membawa bola dan melepaskan tembakan dengan tidak terduga,” tulis media Prancis menggambar gol Da Silva ke gawang Ceko. Pada 1936, Da Silva direkrut oleh Flamengo. Di klub ini ia dianggap sebagai pesepakbola kulit hitam paling berpengaruh. Namanya pun diangap legenda oleh Flamengo saat ini.

Sayangnya menjelang akhir kariernya, Da Silva tersandung kasus hukum. Pada 1941, seperti Ronaldinho saat ini, ia ditangkap dan masuk bui lantaran memalsukan dokumen agar terbebas dari dinas militer. 8 bulan, Da Silva harus masuk ke hotel prodeo.

Setelah bebas, ia pindah ke kota Sao Paulo. Namanya mulai memudar. Meski begitu, beberapa kali ia masih sempat mencetak gol lewat tendangan salto. Termasuk satu gol ke gawang Juventus saat membela Palmeiras di laga persahabatan pada 1942. Kabarnya setelah pensiun dari sepakbola pada 1950, ia total telah menorehkan 250 gol dari 300 pertandingan baik di level klub ataupun tim nasional.

Belajar dari Josip Ilicic Semua Orang Bisa Menderita Depresi

Belajar dari Josip Ilicic Semua Orang Bisa Menderita Depresi – Depresi dikenal dengan istilah klinisnya, major depression disorder atau gangguan depresi mayor. Depresi ditandai dengan berbagai gejala, seperti perasaan sedih, kehilangan minat, perasaan bersalah, perubahan pola makan dan tidur, pikiran bunuh diri, serta gejala-gejala lainnya. Dalam istilah klinisnya, depresi dijelaskan sebagai gangguan (disorder) dibandingkan sebagai penyakit (disease/illness). Ini dikarenakan berbagai gejala depresi seperti yang sudah diterangkan di paragraf satu tersebut dianggap tidak nyata atau tidak bisa dinikmati tubuh.

Belajar dari Josip Ilicic Semua Orang Bisa Menderita Depresi

Belajar dari Josip Ilicic Semua Orang Bisa Menderita Depresi

Namun, dalam praktik bahasa sehari-hari, depresi sering disebut dengan istilah “mental illness” walau sejatinya istilah klinisnya menggunakan kata disorder. Para pakar dan akademisi berpendapat bahwa dampak depresi sangat panjang, tidak hanya mental, tapi juga fisik hingga sosial. Depresi muncul dari interaksi kompleks antara faktor bawaan dan lingkungan. Namun, masih banyak stigma negatif masyarakat soal depresi. Apabila seseorang mengalami sakit fisik, kita akan menyuruhnya istirahat dan melakukan pemulihan.

Namun, reaksi sebaliknya untuk seseorang yang mengalami sakit mental seperti depresi. Masih banyak dari kita yang melabelinya “lemah” dan menuduhnya cari sensasi saja. Padahal, setiap orang punya kerentatan di dalam tubuh mereka. Contohnya, ada orang yang alergi terhadap makan tertentu, ada yang rentan terkena flu bila terpapar debu, dll. Pun sama dengan stres, setiap orang punya kerentatan terhadapnya yang bisa memicunya mengalami depresi. Ya, singkatnya setiap insan di dunia ini punya kerentatan untuk mengalami depresi. Yang membedakan adalah setiap orang dilahirkan dengan kerentanan dan ketangguhan mental yang berbeda-beda.

Sama sebetulnya dengan berbagai kasus alergi, setiap orang punya kerentatanan dan ketangguhan yang berbeda pula. Sehingga, setiap orang punya peluang untuk mengalami depresi suatu saat nanti. Nah, pemicunya sendiri bisa dari berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Stres, trauma, bullying adalah sebagian contoh pemicu depresi. Setiap orang bisa mengalami depresi, begitu juga dengan pesepakbola yang kita kenal keren dan tangguh di lapangan. Walau hampir setiap hari bersinggungan dengan hobi yang paling disukainya, pesepak bola juga manusia biasa.

Kabar terbaru, seorang pemain asal Slovenia dari klub Serie A Atalanta dirumorkan sedang mengalami depresi. Dapat berperan sebagai winger, playmaker, striker, atau inside forward, Josip Ilicic diijinkan pulang ke Slovenia oleh Atalanta untuk memulihkan diri. Kabar dari pria 32 tahun itu menjadi jawaban atas situasi terkininya di Atalanta. Sejak giornata 33 lalu, nama Ilicic sudah tidak tercantum dalam skuat Atalanta. Dalam berbagai situs, disebutkan bahwa Ia diragukan tampil karena mengalami masalah pada engkelnya. Akan tetapi, awal Agustus ini media-media Italia mengabarkan kabar kurang enak yang menyebut bahwa Ilicic dirumorkan tengah mengalami depresi.

Kondisi itu jelas membut Ilicic merasa tidak bisa berbahagia

Mentalnya anjlok, setelah Ia melihat istrinya, Tina Polovina selingkuh dengan lelaki lain ketika Ilicic berniat memberinya kejutan. Memang, belum ada kabar yang bisa dipertanggungjawabkan, tetapi apabila kita melihat gejala pada Ilicic dan reaksi pelatih dan kapten Atalanta, maka mungkin saja kabar depresinya Ilicic ini benar adanya. Ada 3 gejala depresi yang dialami Ilicic seperti yang banyak diberitakan media. Pertama, Ilicic mengalami kesedihan yang begitu mendalam. Football Italia hingga GOAL juga mengabarkan demikian. Ilicic bisa dibilang tengah mengalami depressed mood, yaitu suasana hati depresif dengan ciri mengalami kesedihan dan dinilai “ada yang salah” menurut pandangan orang lain.

Inilah ciri gejala kedua. Kondisi mood Ilicic inilah yang membuat Atalanta mengijinkan Ia pulang ke Slovenia. Di akun instagramnya (@ilicic72), Ilicic juga mematikan kolom komentar di postingan terbarunya. Gejala depresi ketiga yang tengah dialami Ilicic adalah hilangnya minat dan motivasi atas aktivitas sehari-hari dan hobi. Masih mengutip dari Football Italia, akibat perselingkuhan istrinya itu, Ilicic dirumorkan tengah mempertimbangkan untuk pensiun dini. Menurut La Repubblica dan Sky Italia, Ilicic mengalami depresi yang cukup berat dan ingin melupakan sepakbola sejenak. La Repubblica juga mengabarkan bahwa Ilicic sejatinya sudah mengalami masa sulit sejak lockdown di Bergamo.

Pada laga pertama “restart” Serie A, 21 Juni lalu, Ilicic absen akibat cedera engkel di laga terakhir sebelum Serie A dihentikan sementara. Setelah itu, permainannya menurun di 5 laga berikutnya. Ilicic memang hanya tampil di 5 laga Atalanta sejak “restart” Serie A. Di 5 laga itu, Ilicic tak pernah tampil 90 menit dan tidak mencatat satupun gol ataupun assist. Terakhir kali Ilicic tampil untuk Atalanta terjadi pada laga kontra Juventus, 11 Juli lalu, tetapi Ilicic ditarik keluar di awal babak kedua. Insiden itulah yang membuat media berspekulasi bahwa Ilicic memang benar mengalami cedera atau setidaknya sedang tidak bugar.

Hal ini dikuatkan oleh press realese yang dibuat Atalanta pada 14 Juli lalu yang menyebut bahwa Ilicic tengah memulihkan kondisinya demi berlaga di lanjutan Liga Champions. Akan tetapi, faktanya Ilicic tak pernah tampil lagi bagi Atalanta, bahkan tidak masuk skuat. 31 Juli lalu, akhirnya semua mulai jelas ketika Atalanta membuat pernyataan untuk mengizinkan pemainnya tersebut untuk pulang ke negaranya dengan alasan personal. Nah, dari situlah berbagai rumor soal depresinya Ilicic merebak. Sejak saat itu pula, baik pemain hingga pelatih Atalanta juga sudah terang-terangan memberi dukungan kepada Ilicic yang tengah mengalami masa tersulit dalam hidupnya.

Bahkan Gasperini sudah pesimis untuk melihat anak asuhnya itu bisa kembali berlaga melawan PSG pada 12 Agustus nanti. Josip dikelilingi oleh banyak kasih sayang, itu bisa terjadi pada siapa pun. Kita semua membantunya, kami berharap dia akan keluar dari momen ini. Secara obyektif sulit baginya untuk kembali ke Liga Champions ini. Saya berharap dia akan bersama kami musim depan”, kata Gasperini kepada Radio Anch’io Sport dikutip dari Football Italia. Kami sangat merindukan Ilicic sebagai pribadi bahkan lebih dari seorang pemain. Dia salah satu yang paling berpengalaman di ruang ganti dan teman baik.

Kami berharap memberinya sedikit kegembiraan dengan mengambil tempat kedua”, kata kapten Atalanta, Papu Gomez kepada DAZN dikutip dari Football Italia sebelum laga Atalanta vs Inter, Minggu lalu. Akan tetapi, ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari kejadian yang tengah menimpa Ilicic ini. Yang jelas, seperti yang sudah dsinggung diawal, depresi bisa dialami setiap orang dan pesepakbola profesional pun juga manusia biasa yang bisa mengalami depresi. Selain itu, kita bisa belajar dari para penggawa Atalanta, baik pemain, pelatih, hingga pihak klub. Memang, baik Atalanta dan Ilicic belum mengeluarkan rilis resmi terkait kondisi sebenarnya, namun apabila benar Ilicic depresi, sikap Atalanta ini sudah benar.

Ketika awal kasusnya terjadi, mereka melindungi hak pribadi Ilicic dengan baik. Tidak ada suara sumbang dan semua elemen Atalanta kompak tak ada yang membocorkan informasi. Lalu, ketika media mulai berspekulasi bahwa Ilicic depresi, baik pemain dan pelatih Atalanta kompak memberinya dukungan moral. Sikap klub yang memberi izin Ilicic untuk pulang ke keluarganya di Slovenia juga tepat. Atalanta membiarkan pemainnya itu memulihkan kondisi dengan dikelilingi orang-orang terkasih yang paling mengerti dirinya sebelum dan sesudah Ilicic menjadi pesepakbola tenar seperti sekarang ini.

Kita juga bisa belajar dari kasus ini, bahwa tak ada satupun pihak baik pemain, pelatih, hingga klub Serie A yang menyematkan stigma negatif kepada Ilicic. Tak ada yang berkata “Ilicic lemah”. Rentetan reaksi positif inilah yang patut kita contoh, bahwa depresi itu nyata dan deritanya juga nyata, sehingga sudah selayaknya orang yang mengalami depresi kita dukung bukan kita kucilkan atau bahkan menganggap depresi itu cuma alasan belaka.

Scholes Ungkap Saingan Berat MU untuk Menangi Liga Europa

Scholes Ungkap Saingan Berat MU untuk Menangi Liga Europa – Manchester United disebut mempunyai peluang memenangi Liga Europa 2019/2020. Paul Scholes menyebut satu tim yang bisa menjadi pesaing Setan Merah menjadi juara.

Scholes Ungkap Saingan Berat MU untuk Menangi Liga Europa

Scholes Ungkap Saingan Berat MU untuk Menangi Liga Europa

MU sudah menjejak di babak perempatfinal Liga Europa. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu menang 2-1 dalam leg II babak 16 besar Liga Europa di Old Traffor. Inter Milan Permanenkan Alexis Sanchez dari MU
Dengan hasil itu, MU melaju ke babak delapan besar dengan meyakinkan. Bruno Fernandes cs menang agregrat dengan telak 7-1. Copenhagen yang akan menjadi lawan MU di babak perempatfinal Liga Europa.

Di laga lainnya, Inter Milan memetik kemenangan 2-0 atas Getafe. Romelu Lukaku dan Christian Eriksen yang menjadi penentu kemenangan dari Nerazzurri.

Inter Vs Getafe: Nerazzurri ke Perempatfinal Usai Menang 2-0. Pertandingan 16 besar antara Inter Milan dengan Getafe digelar satu leg. Dengan begitu Inter sudah menjejak di babak perempatfinal. Mereka akan berhadapan dengan pemenang laga Bayer Leverkusen vs Rangers. Tim tuan rumah sudah unggul agregrat 3-1.

AS Roma jelas mempunyai kualitas, tim Italia selalu menjadi lawan yang sulit dihadapi. Tapi, ancaman terbesar untuk Manchester United memenangi Europa League bagi saya adalah Inter Milan. Bersama Manchester United, saya pikir mereka tim terbaik di kompetisi itu,” kata Scholes dalam wawancara dengan BT Sport.

Namun saya pikir, jika MU sedang on fire, mental mereka tepat, dan fisik mereka prima, maka kualitas pemain mereka akan lebih baik, dan mereka akan bisa mengalahkan Inter. Kalau Copenhagen sih, kayaknya bukan masalah buat MU,” jelas Scholes.

MU dan Inter berpeluang bertemu di babak final Liga Europa musim ini. Kedua tim ada di bagan berbeda di fase gugur Liga Europa. Andai itu terwujud, MU akan berhadapan dengan beberapa mantan pemainnya. Selain Lukaku, La Beneamata juga diperkuat oleh Ashley Young dan Alexis Sanchez.

Si Kidal Subur di Klub tapi Melempem di Timnas

Si Kidal Subur di Klub tapi Melempem di Timnas – Setelah menulis pemain di masa lalu yakni Edmundo, kini saya menulis pemain di masa lalu lainnya, yakni Giuseppe Signori. Oiya, tulisan saya soal Edmundo bisa dibaca di sini. Kita langsung ke Giuseppe Signori. Di masa jayanya, Signori adalah penjebol gawang kelas wahid. Namun, kehebatan pemain kidal ini tak pernah terlihat di Timnas Italia. Dia melempem di Timnas Italia.

Si Kidal Subur di Klub tapi Melempem di Timnas

Si Kidal Subur di Klub tapi Melempem di Timnas

Signori lahir tahun 1968 dan sudah pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 2006 lalu. Nama Signori pertama kali mencuat saat membela Foggia di musim 1991-1992. Di masa itu, Foggia mampu berada di posisi 9 klasemen akhir Liga Italia Serie A.

Foggia kala itu diisi beberapa nama yang kemudian terkenal di klub lain. Selain Signori ada juga Francesco Baiano (tandem Batistuta di Fiorentina), Pasquale Padalino (bek Fiorentina), Dan Petrescu (bek Timnas Rumania dan Chelsea), Igor Shalimov (striker Timnas Rusia dan Inter Milan). Mereka dibesut oleh Zdenek Zeman, yang belakangan kembali bersama Signori di Lazio.

Di musim 1992-1993, Signori mampu membuat 11 gol. Di musim berikutnya, dia diangkut Lazio. Di sinilah sinar Signori sangat terang. Signori mampu menjadi topskor Liga Italia tiga kali, yakni pada 1992-1993, 1993-1994, dan 1995-1996.

Di masa jayanya bersama Lazio, Signori dikenal salah satunya karena kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan penalti. Dia termasuk yang sering mencetak gol ketika diberi amanah melakukan tendangan penalti. Ada ciri unik yang dilakukan Signori ketika mengeksekusi tendangan penalti. Dia hanya ancang-ancang satu langkah dan menedang bola dengan kaki kirinya.

Namun, sekalipun sangat mentereng bersama Lazio, Signori tenggelam di Timnas Italia. Dia hanya bermain di Timnas Italia selama tiga tahun yakni 1992 sampai 1995. Signori hanya bermain 28 kali bagi Timnas Italia dan mencetak tujuh gol.

Salah satu alasan mengapa Signori tak bersinar di Timnas Italia adalah karena dia tak dipasang sebagai striker. Pelatih Italia kala itu Arrigo Sacchi, sering memasang Signori di penyerang sayap. Tentu saja dia tak terlalu maksimal di posisi itu.

Hal paling terlihat saat di Piala Dunia 1994. Kala itu, Sacchi memasang Signori di posisi penyerang sayap. Maka, Signori pun tak mencetak gol di Piala Dunia 1994. Dia hanya membuat dua assist atas gol Dino Baggio melawan Norwegia dan Roberto Baggio melawan Spanyol.

Signori terakhir kali membela Timnas Italia pada 1995 saat dirinya berusia 27 tahun. Sebenarnya, di masa itu dia adalah andalan utama Lazio. Setelah di Lazio, Signori pindah ke Sampdoria tapi gagal bersinar. Signori kembali menemukan sinarnya saat bermain di Bologna pada 1998-1999. Sekalipun tak pernah menjadi pencetak gol terbanyak Liga Italia kala membela Bologna, tapi keberadaan Signori cukup penting di lini depan Bologna.

Klub terakhir yang dibela Signori adalah Sopron, klub dari Hungaria pada 2005-2006. Sayangnya, setelah pensiun, nama Signori tercoreng. Dia tersangkut kasus pengaturan skor. Pada 2011, Signori dihukum tak boleh beraktivitas di sepak bola selama lima tahun.

Selamat Jalan Akademisi dan Praktisi Sepak Bola Nasional Coach Satya Bagdja Ijatna

Selamat Jalan Akademisi dan Praktisi Sepak Bola Nasional Coach Satya Bagdja Ijatna – Bila mau bicara pelatih sepak bola, maka Satya Bagdja saya sebut sebagai acuan pelatih sepak bola nasional yang menguasai intelegensi, personaliti, teknik, dan speed pemain, karena terlahir dari wadah akademisi dan juga praktisi (pemain). Karenanya, semua atlet/pemain sepak bola yang pernah merasakan didikan dan bimbingannya tentu akan sangat kehilangan.

Selamat Jalan Akademisi dan Praktisi Sepak Bola Nasional Coach Satya Bagdja Ijatna

Selamat Jalan Akademisi dan Praktisi Sepak Bola Nasional Coach Satya Bagdja Ijatna

Dia sangat mengerti apa yang diperlukan oleh atlet/pemain sepak bola baik laki-laki maupun perempuan. Maka, saat dipercaya sebagai pelatih Timnas perempuan Indonesia pun, almarhum sangat memahami psikologis pemainnya yang berbeda dengan atlet laki-laki. Sikap konsisten dan terukur dalam kapan harus tegas, kapan harus mendekati pemain, sangat nampak dan selalu memberikan solusi terbaik dalam setiap masalah. Sebelumnya, kabar sakitnya Coach Satia Bagdja Ijatna, dan kondisinya sedang dalam perwatan memang sudah diketahui baik oleh media massa maupun publik sepak bola nasional.

Namun, semalam, persis pukul 19.02, saya baca di grup wa Indonesia Junior Sooccer League (IJSL) informasi menyoal Coach Satia Bagja sebagai yang sedang kritis. Informasi tersebut pun juga sama terjadi di grup wa SSB Indonesia. Sontak, semua anggota grup langsung memberikan ucapan doa untuk kesembuhan Coach Bagdja. Namun, begitu pukul 21.04, ternyata ucapannya sudah berubah menjadi doa semoga khusnul khotimah.

Selamat jalan Coach Satia Bagdja Ijatna, Saya masih ingat, saat tahun 1987, pernah menerima instruksinya dalam seleksi tim sepak bola IKIP Jakarta (sekarang UNJ). Saya bangga, atas semua kerja keras beliau, sebab beliaulah satu di antara akademisi dan praktisi pendidikan yang berhasil menembus masuk ke dalam PSSI sejak PSSI berdiri selain Rachmad Darmawan yang juga dari IKIP. Jejak Satya pun diikuti oleh Nursaelan yang pernah satu program pekerjaan dengan saya di tahun 1994 di suatu tempat dan berhasil menembus ke dalam PSSI sebagai praktisi dan akademisi dan bertugas sebagai asisten pelatih Indra Sjafri.

Kini kabar duka di tengah pandemi corona, menyelimuti sepakbola nasional atas wafatnya Satia Bagdja Ijatna, yang sudah menjabat sebagai pelatih Timnas Putri Indonesia, karena sakit. PSSI pun melalui akun Twitter resminya mengumumkan langsung atas wafatnya Satya pada Senin malam. Satia Bagdja wafat dalam usia 60 tahun. Turut berduka cita atas berpulangnya mantan pelatih Timnas Putri Indonesia, Satia Bagdja Ijatna. Semoga beliau mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,” tulis akun Twitter resmi PSSI.

Sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi sepak bola, keberadaan Satya di PSSI memang sudah menjadi keharusan. Namun, kini beliau sudah tiada, dan belum nampak regenerasi lain selain Nursaelan Santoso. Setelah berhasil menembus PSSI, Satia Bagdja pun sampai dipercaya menjabat sebagai pelatih Timnas Putri di Asian Games 2018. Meski tak mampu berbuat banyak di ajang tersebut, namun kepemimpinannya meninggalkan kesan baik. Saya paham betul bagaimana karakter almarhum yang dikenal oleh para atlet/pemain nasional dan para mahasiswanya sebagai dosen, guru, ayah, dan sekaligus pelatih yang patut diteladani.

Bila mau bicara pelatih sepak bola, maka Satya Bagdja saya sebut sebagai acuan pelatih sepak bola nasional yang menguasai intelegensi, personaliti, teknik, dan speed pemain, karena terlahir dari wadah akademisi dan juga praktisi (pemain). Karenanya, semua atlet/pemain sepak bola yang pernah merasakan didikan dan bimbingannya tentu akan sangat kehilangan. Dia sangat mengerti apa yang diperlukan oleh atlet/pemain sepak bola baik laki-laki maupun perempuan. Maka, saat dipercaya sebagai pelatih Timnas perempuan Indonesia pun, almarhum sangat memahami psikologis pemainnya yang berbeda dengan atlet laki-laki.

Sikap konsisten dan terukur dalam kapan harus tegas, kapan harus mendekati pemain, sangat nampak dan selalu memberikan solusi terbaik dalam setiap masalah. Selain sebagai dosen dan perna menjabat sebagai pelatih Timnas Putri, Satya juga pernah menjabat sebagai Asisten Pelatih Persija Jakarta. Selain itu, sejatinya Rachmad Darmawan adalah salah satu pemain binaanya saat masih menjadi mahasiswanya di IKIP Jakarta, karenanya Satya pun sangat dekat dengan Rachmat dan menjadi Asistennya.

Selamat jalan, akademisi dan praktisi sepak bola nasional, dosen, guru, ayah, pelatih Satia Bagdja Ijatna. Semoga semua ilmu dan bekal pengalaman dalam didikan dan bimbingannya, yang terus membekas, akan melahirkan regenerasi baru akademisi dan praktisi sepak bola nasional berikutnya. Aamiin. Aamiin.

Akhirnya Kompetisi Domestik di 5 Liga Top Eropa Telah Berakhir di Tengah Pandemi

Akhirnya Kompetisi Domestik di 5 Liga Top Eropa Telah Berakhir di Tengah Pandemi – Walaupun kompetisi sepak bola dunia sempat dihentikan akibat wabah yang melanda dunia yaitu wabah dari virus Covid-19. Dengan berjalannya waktu dan dilakukan segala cara agar kompetisi berakhir maka FIFA menjalankan segala protokol dengan ketat. Sehingga kompetisi domestik sepak bola musim 2019/2020 telah berakhir khususnya di 5 Liga top Eropa yaitu Liga Premier League (Liga Inggris).

Akhirnya Kompetisi Domestik di 5 Liga Top Eropa Telah Berakhir di Tengah Pandemi

Akhirnya Kompetisi Domestik di 5 Liga Top Eropa Telah Berakhir di Tengah Pandemi

LaLiga (Liga Spanyol), Serie-A (Liga Italia), Bundesliga (Liga Germany), dan Ligue 1 (Liga France). Liga Premier League yang telah berakhir pada Minggu, 26 Juli 2020 yang menyuguhkan pertandingan sengit hingga pekan terakhir. Sang juara untuk musim 2019/2020 adalah Liverpool FC yang telah lama menunggu gelar bergengsi Premier League ini selama kurang lebih 30 tahun. Pasukan Jurgen Klopp mengumpulkan sebanyak 99 poin dari 38 pertandingan, mengungguli jauh sang runner-up sekaligus juara bertahan yaitu Manchester City dengan selisih 18 poin.

Manchester United dan Chelsea melengkapi zona big four. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer berhasil duduk di peringkat ketiga akhir klasemen dengan mengumpulkan sebanyak 66 poin. Sementara pasukan Frank Lampard yang berada di peringkat keempat juga sama mengumpulkan 66 poin hanya saja kalah selisih gol dari Manchester United. Norwich City (20), Watford (19) dan AFC Bournemouth (18) harus puas turun kasta ke Divisi Championship untuk musim depan karena ketiga klub tersebut berada di dasar klasemen akhir Liga Premier League (Liga Inggris).

Sementara Leeds United yang menjadi juara Divisi Championship (kasta kedua Liga Inggris) dan West Bromwich Albion yang menjadi runner-up nya akan promosi ke Liga Premier League musim 2020/2021. Untuk Brentford, Fulham, Cardiff City dan Swansea City harus melakukan pertandingan play-off agar bisa memastikan satu tempat lagi untuk promosi ke Liga Premier League musim 2020/2021 menemani Leeds United dan West Bromwich Albion. Kompetisi domestik LaLiga (Liga Spanyol) telah berakhir pada Senin, 20 Juli 2020. Yang menjadi penguasa musim 2019/2020 adalah Real Madrid.

Pasukan Zidane Zidane berhasil menyegel juara dengan mengumpulkan sebanyak 87 poin

Pasukan Zidane Zidane berhasil menyegel juara dengan mengumpulkan sebanyak 87 poin

38 pertandingan dengan selisih 5 poin dari sang runner-up sekaligus rival abadi yaitu Barcelona. Atletico Madrid (3) dan Sevilla (4) yang berada di peringkat ketiga dan keempat sama-sama mengoleksi sebanyak 70 poin dari 38 pertandingan, hanya saja Sevilla kalah selisih gol dari Atletico Madrid. Sementara RCD Espanyol (20), Mallorca (19) dan Leganes (18) harus pergi dari kompetisi LaLiga musim depan (2020/2021) karena ketiga klub tersebut berada di zona merah (Relegation) akhir kompetisi LaLiga musim ini (2019/2020).

Dengan tambahan gelar LaLiga musim ini (2019/2020) maka Real Madrid telah mengkoleksi sebanyak 34 piala LaLiga Spanyol dan yang terbanyak dari team lainnya. Sementara di kompetisi domestik kasta kedua Liga Spanyol yaitu LaLiga SmartBank yang menjadi juara nya adalah SD Huesca dan runner-up di duduki oleh Cadiz. Kedua klub tersebut berhak untuk promosi ke kasta tertinggi Liga Spanyol yaitu LaLiga musim depan (2020/2021). Satu tempat lagi untuk melengkapi promosi musim depan harus melakukan pertandingan play-off untuk peringkat ketiga sampai keenam. Serie-A Italia musim (2019/2020) juga telah berakhir pada Senin, 3 Agustus 2020.

Juventus sudah memastikan bahwa merekalah yang menjadi penguasa Scudetto Serie-A selama 9 tahun berturut-turut. Di musim ini Juventus berhasil mengunci gelar dengan mengumpulkan sebanyak 83 poin dari 38 giornata. Sementara posisi runner-up ditempati oleh Nerazzurri. Inter Milan hanya selisih 1 poin saja dari Juventus dengan mengumpulkan 82 poin dari 38 pertandingan. Sementara Atalanta dan Lazio melengkapi zona Liga Champions. Dengan demikian Juventus membuktikan keperkasaan mereka selama 9 tahun berturut-turut di Serie-A Italia. Sedangkan Lecce (18), Brescia (19) dan SPAL (20) harus puas turun kasta ke Serie-B untuk musim depan karena menduduki dasar klasemen.

Sementara yang naik kasta ke Serie-A dari Serie-B yaitu Benevento (1) dan Crotone (2)

Satu tempat lagi yang tersisa akan diperebutkan oleh peringkat ke 3 sampai ke 8 Serie-B. Kompetisi Bundesliga Jerman yang menjadi sang raja nya adalah Bayern Munchen. Bayern Munchen berhasil menjadi penguasa sepak bola Jerman selama 8 musim berturut-turut. Di musim ini (2019/2020) Bayern Munchen berhasil menyegel juara Bundesliga dan DFB Pokal. Untuk gelar Bundesliga, Bayern Munchen mengoleksi sebanyak 82 poin dari 34 pertandingan yang telah dijalankan.

Sementara Borussia Dortmund (2), RasenBallsport Leipzig (3) dan Borussia Moenchengladbach (4) hanya melengkapi zona Liga Champions. Sedangkan yang menempati zona merah (degradasi) yaitu Werder Bremen (16), Fortuna Dsseldorf (17) dan SC Paderborn 07 (18). Di kasta kedua Liga Jerman yaitu 2ND Bundesliga yang akan promosi ke kasta utama yaitu Bundesliga adalah DSC Arminia Bielefeld (1), dan VfB Stuttgart (2) dan untuk FC Heidenheim 1846 (3) akan melakukan pertandingan play-off terlebih dahulu. Di kompetisi Liga France yaitu LIGUE 1 yang menjadi penguasa nya adalah Paris Saint-Germain. Di musim ini (2019/202) PSG terlebih dahulu menjuarai kompetisi domestik daripada Liga Top Eropa lainnya.

PSG berhasil menjuarai Ligue 1 dikarenakan Proffesional Football League (LFP) yang mengurusi Ligue 1 dan Ligue 2, kompetisi akhirnya harus dihentikan karena pandemi virus Covid19. Pemerintah Prancis tak mengizinkan adanya kompetisi setidaknya hingga September mendatang. Itu sebabnya LFP akhirnya mengakhiri musim ini lebih cepat. Perhitungan di klasemen bukan berdasarkan poin sebelum liga berhenti, namun berdasarkan poin per pertandingan setiap klub.

Dengan segala perincian, PSG tetap menjadi juara karena mengumpulkan poin 2,51 per pertandingan. Sementara posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Marseille(2) dan Rennes(3). Mengenai dengan tim yang terdegradasi, LFP memutuskan hanya dua klub saja yakni Toulouse dan Amiens. Sementara Nimes tetap selamat di Ligue 1. Itulah hasil dari 5 Liga Top Eropa. Apakah mereka akan mempertahankan gelar mereka untuk musim depan? Ataukah Juara baru akan muncul di musim depan? Sangat untuk dinantikan.

Kiper Arsenal Menangis Tersedu Usai Menang di Piala FA

Kiper Arsenal Menangis Tersedu Usai Menang di Piala FA – Arsenal mendapatkan hadiah tak terduga di awal bulan Agustus 2020. Mereka akhirnya lolos ke Liga Eropa musim depan.Hadiah tersebut didapat setelah tim London Utara ini keluar sebagai juara Piala FA musim 2019/20 setelah di partai final di Wembley Stadium.

Kiper Arsenal Menangis Tersedu Usai Menang di Piala FA

Kiper Arsenal Menangis Tersedu Usai Menang di Piala FA

Christian Pulisic membuat Chelsea unggul 1-0 terlebih dahulu di menit ke 6. Gol ini berawal dari umpan yang dilepaskan Olivier Giroud yang dimanfaatkan Pulisic dengan mengecoh kiper Arsenal, Emiliano Martinez. Arsenal menyamakan kedudukan di menit ke 26 lewat titik putih yang dieksekusi oleh Pierre Emerick Aubemeyang. Skor hingga jeda imbang 1-1. Aubemeyang mencetak gol keduanya di menit ke 68. Yang menjadikan tim London Utara berbalik unggul 2-1 atas tim London Barat.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, skor 2-1 tetap bertahan milik London Utara. Dengan demikian London Utara mempertajam rekor juara Piala FA. Termasuk yang teranyar, mereka meraih Piala FA untuk yang ke 14 kalinya. Tidak ada lagi tim yang mampu meraih pencapaian itu sepanjang sejarah kompetisi tertua di Inggris tersebut. Tim kedua terbanyak yang melakukannya adalah Manchester United (12 kali).

Arsenal layak disebut sebagai raja Piala FA. Prestasi lainnya, sejak 2002 The Gunners mencapai babak final sebanyak 7 kali dan mereka berhasil menenangkan ke semua laga puncak itu. Bagi tim London Barat, dengan kekalahan ini, mereka nyaris tak memperoleh gelar apa pun di musim ini. Di Liga Inggris mereka hanya finis di peringkat ke 4. Chelsea masih akan melakoni leg kedua 16 besar Liga Champions musim ini bentrok dengan Bayern Munchen pada 8 Agustus mendatang.

Butuh keajaiban bagi mereka untuk membalikkan keadaan, karena di leg pertama mereka keok 0-3. Kontradiksi, di liga domestik, Arsenal bermimpi buruk. Jangankan untuk mencapai zona Liga Champions, untuk mencapai zona Liga Eropa pun tidak memenuhi syarat. Mereka hanya finis di peringkat ke 8. Oleh karena itu, satu-satunya celah yang dapat dilihat untuk ditembus untuk merumput di benua biru adalah dengan menjuarai Piala FA.

London Utara bahkan ketinggalan dini terlebih dahulu lewat gol yang diciptakan pemain asal Amerika Serikat. Beruntung mereka masih mempunyai pemain subur asal Gabon. Mikel Arteta, pelatih Arsenal, juga menorehkan prestasi, sebagai satu-satunya kapten sekaligus pelatih yang sukses meraih trofi. Arteta dan The Gunners juara pada Piala FA pada 2014 dan 2015. Selain mendapatkan hadiah tiket Liga Eropa, sekaligus mereka mereka juga mendapatkan sejumlah uang di musim depan karena hadirnya mereka di rumput benua biru.

Keuntungan lainnya, dengan keberhasilan Arsenal ke Liga Eropa musim depan, maka Arsenal mempunyai daya tarik lagi bagi para pemainnya yang berniat hengkang, di antaranya seperti yang dihembuskan berbagai media, Pierre Emerick Aubemeyang. Emiliano Martinez menangis terisak-isak di hadapan kamera televisi sebelum si penjaga gawang ini ditenangkan oleh Aubemeyang. Sebab pertama adalah dia tidak menyangka kalau timnya bisa juara, dan yang kedua ini adalah kali pertama dia dipercaya sebagai starter.

Pemain Argentina itu sebelumnya ikut mempunyai peran dalam memenangkan Community Shield tahun 2015 dan 2014, tetapi kiper utamanya saat itu adalah Petr Cech. Dia hanya cadangan. Akan tetapi pria berusia 27 tahun ini diplot sebagai penjaga gawang utama dalam partai puncak, Minggu (2/8/2020) dinihari WIB. Hal itu dikarenakan cederanya kiper pertama Arsenal, Bernd Leno.

Yang bersangkutan, Bernd Leno adalah penjaga gawang berusia 28 tahun asal Jerman yang cedera serius setelah dilabrak pada 21 Juni 2020 lalu oleh punggawa Brighton and Hove Albion, Neal Maupay, pada Liga Inggris. Itulah sebabnya, Martinez mengambil alih peran yang biasa dimainkan Leno. Ada yang spesial dari Martinez. Dia adalah pemain Arsenal yang paling banyak dipinjamkan ke tim-tim lain.

Sejak bergabung dengan The Gunners pada 2012, setelah hanya baru tampil 6 kali, dia dipinjamkan ke klub-klub seperti Getafe, Wolves, Rotherham, Sheffield, dan Oxford United (klub yang kini dimiliki Erick Thohir).Namun kini semua itu terbayar lunas. Usai laga, kepada BBC, Martinez mengatakan kalau dirinya mengatakan kepada Aubemeyang (sebelum laga). “Anda adalah kapten, Anda akan menenangkan laga nanti untuk kita semua,” tuturnya sembari menangis.

Maaf Atalanta Nerazzurri yang Asli adalah Inter Milan

Maaf Atalanta Nerazzurri yang Asli adalah Inter Milan – Ada laga yang menarik pada Minggu (02/08/2020) dini hari di pekan terakhir Serie A musim 2019/2020 ini. Ialah laga akbar yang mempertemukan Duo Nerazzurri, Atalanta kontra Inter Milan. Rencana kedua tim berbaju biru-hitam yang sebelumnya sama-sama mau memperebutkan peringkat ke-2 ini harus rela diambil oleh sang Nerazzurri yang asli, yaitu Inter Milan.

Maaf Atalanta Nerazzurri yang Asli adalah Inter Milan

Maaf Atalanta Nerazzurri yang Asli adalah Inter Milan

Sang “Nerazzurri Asli” berhasil menang meyakinkan atas Atalanta dengan skor 2-0. Adapun skor Inter masing-masing dicetak oleh Danilo D’Ambrosio (1′) dan Ashley Young (20′). Bertandang ke Stadion Gewiss markas Atalanta ternyata tidak membuat Inter Milan grogi. Kengerian pasukan yang diasuh oleh Gian Piero Gasperini ini langsung dibungkam oleh gol cepat yang disarangkan oleh bek Inter, Danilo D’Ambrosio pada menit ke-1. Bermula dari tendangan pojok yang dilambungkan oleh Ashley Young, D’Ambrosio yang tidak terjaga dengan mudahnya menceploskan bola ke gawang Atalanta. Skor 1-0 untuk Inter Milan.

Sontak saja Atalanta langsung merespon gol ini dengan mencoba bermain lebih terbuka. Sayangnya, baru 5 menit laga berjalan, kiper utama Atalanta Pierluigi Gollini mengalami cedera dan digantikan oleh Marco Sportiello. Meski begitu, tiada pengaruh yang berarti dari permainan kedua tim. Baik Atalanta maupun Inter Milan tetap bermain dengan tempo tinggi. Namun, efektivitas dan penguasaan permainan masih dipegang oleh pasukan Antonio Conte hingga menit ke-19.

Kehadiran Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, dan Roberto Gagliardini di lapangan tengah mampu memotong setiap serangan yang dibangun oleh Mario Pasalic dan kawan-kawan. Memasuki menit ke-20, keefektifan permainan Inter pun kembali berbuah manis. Aktornya, lagi-lagi tertuju kepada Ashley Young. Kali ini Young mencetak gol melengkung nan indah dari luar kotak penalti dan meluncur mulus ke sudut kiri gawang Atalanta. 2-0 untuk Inter. Tertinggal 2 biji gol, barulah Atalanta merespon dengan lebih garang. Terhitung dari menit 21, Alejandro Gomes dan kawan-kawan mulai mengambil alih penguasaan bola.

Beberapa kali penyerang Atalanta, Duvan Zapata membahayakan Gawang Inter, namun hingga babak pertama usai, belum ada lagi gol tambahan tercipta. Statistik babak pertama, secara keseluruhan Atalanta yang memegang kendali penguasaan bola. Tapi, dari 3 total tembakan yang dilepaskan semuanya mampu diblok oleh bek Inter sehingga dihitung nol tembakan mengarah ke gawang. Sedangkan Inter Milan lebih dominan dengan melepas 5 tembakan di mana 2 di antaranya berbuah gol, 1 tembakan melenceng, dan 2 sisanya berhasil diblok.

Babak kedua dimulai, duo pasukan Nerazzurri masih menunjukkan permainan yang terbuka. Tempo pertandingan masih relatif cepat dan disertai dengan seringnya pelanggaran. Dari sisi La Beneamata, Lautaro Martinez cukup menonjol. Beberapa kali pemain dengan nomor punggung 10 ini melakukan akselerasi yang membahayakan pertahanan Atalanta. Hal ini merupakan imbas dari Romelu Lukaku yang terus dijaga ketat. Sedangkan Orobici (julukan lain dari Atalanta) terus membangun serangan memanfaatkan akselerasi Robin Gosens dan Gomes.

Puncaknya adalah pada menit ke-60. Gasperini melakukan 3 pergantian sekaligus, yaitu memasukkan Hans Hateboer, Luis Muriel, dan Ruslan Malinovsky untuk menggantikan Timothy Castagne, Mario Pasalic, dan Remo Freuler. Di menit ke-70, belum ada tambahan gol tercipta. Antonio Conte pun memasukkan Alexis Sanchez, menggantikan Lautaro Martinez yang tadinya berduet dengan Romelu Lukaku. Memasuki menit ke-75, tempo permainan kedua tim mulai melambat. Serangan demi serangan sering terhenti karena diblok oleh barisan pertahan lawan.

Tiba di menit ke-77, Antonio Conte pun kembali melakukan pergantian pemain. Adalah Skriniar dan Biraghi yang masuk untuk menggantikan Bastoni dan D’Ambrosio. Pada menit ke-80, Alexis Sanchez sempat mencetak gol. Namun sayang, pemain timnas Chile ini lebih dulu terkena perangkap offside. Sampai di menit ke-90+4, ternyata tiada gol tambahan tercipta. Skor 2-0 akhirnya tetap bertahan hingga akhir peluit babak kedua dibunyikan. Kemenangan ini merupakan momentum yang spesial bagi Conte. Terang saja, pada tanggal 31 Juli 2020 kemarin Conte baru saja berulang tahun yang ke-52.

Selain itu, berdasarkan statistik yang dilansir oleh inter.it sebelum laga, Antonio Conte memiliki rekor tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan selama menghadapi Atalanta sebagai pelatih di Serie A, menang enam kali dengan satu kali hasil seri. Ditambah dengan kemenangan kontra Atalanta kali ini, berarti Conte telah menambah catatannya dengan delapan kali tak terkalahkan saat melawan La Dea. Dan khusus untuk musim ini, julukan Nerazzurri alias si hitam-biru yang asli adalah milik Inter Milan. Alhasil, di musim ini Inter telah menutup laga dengan mengumpulkan 82 poin, selisih 1 poin dari pemilik scudetto, Juventus.

Di waktu yang bersamaan, Juventus kembali mengalami kekalahan. Adalah AS Roma yang mampu mengungguli sang Nyonya Tua dengan skor 3-1 di markas Juventus. Sedangkan Atalanta, boleh kita bilang tim Nerazzurri II ini masih cukup beruntung. Berkat bantuan dari Napoli yang berhasil mengalahkan Lazio dengan skor 3-1, Atalanta tetap mengunci peringkat ke-3 di musim ini. Musim ini Inter memang tak mampu merebut scudetto maupun piala Coppa Italia. Tapi, Conte masih punya satu kesempatan lagi, yaitu merebut title Europa League.

Kemenangan meyakinkan atas Atalanta ini bisa jadi modal penting bagi Inter Milan untuk berbicara banyak di Liga Eropa. Dan terkait dengan harapan scudetto, agaknya pasukan Conte akan berbicara lebih banyak di musim depan.

Piala AFF Diundur Tahun Depan Menguntungkan bagi Garuda

Piala AFF Diundur Tahun Depan Menguntungkan bagi Garuda – Piala AFF yang sejatinya dilaksanakan akhir tahun ini, akhirnya diundur tahun depan. Namun, kapan pelaksaan persisnya belum diputuskan. Apakah pengunduran jadwal ini akan menguntungkan Indonesia. Media Malaysia, thestar, menyebutkan penundaan AFF karena faktor keamanan dan kesehatan mengingat saat ini Covid-19 masih merebak. Maka, penundaan ini untuk keselamatan pemain, pelatih, dan staf masing-masing timnas.

Piala AFF Diundur Tahun Depan Menguntungkan bagi Garuda

Piala AFF Diundur Tahun Depan Menguntungkan bagi Garuda

Lalu, apakah penundaan ini akan berdampak positif pada Indonesia? Menurut saya, jika pelaksanaan AFF setelah Piala Dunia U-20, maka akan menguntungkan bagi Indonesia. Namun, jika pelaksanaannya sebelum Piala Dunia U-20, tentu bisa tak menguntungkan. Adapun Piala Dunia U-20 akan dilaksanakan Mei-Juni 2021. Kenapa bisa tak menguntungkan jika dilaksanakan sebelum Piala Dunia U-19? Sebab, ini terkait dengan tugas ganda pelatih Shin Tae-yong.

Selain melatih tim senior juga tim junior. Jika AFF sebelum Piala Dunia U-20, bisa jadi kepelatihan akan bercabang dan tak fokus. Hal itu tentu akan menyulitkan pelatih untuk fokus. Bagaimana jika pelatih senior dilimpahkan ke yang lain, bukan Shin Tae-yong, mengingat Shin memang sepertinya difokuskan untuk piala dunia? Ya takutnya kontinuitasnya tak berjalan.

Nah, jika PSSI bisa mendorong AFF setelah Piala Dunia U-20, tentu akan lebih baik. Shin Tae-yong juga sudah selesai dengan tugasnya di piala dunia. Maka, menurut saya bagaimana PSSI mendorong AFF dilaksanakan setelah Piala Dunia U-20. Di sisi lain, pengunduran AFF secara umum menguntungkan bagi Timnas Indonesia. Sebab, adaptasi pemain dan pelatih Shin Tae-yong akan lebih lama. Hal itu tentu menguntungkan. Bayangkan jika AFF tetap dilaksanakan tahun ini. Tentu adaptasi antara pemain dan Shin Tae-yong belum maksimal.

Dengan adaptasi lebih lama, diharapkan soliditas Timnas Indonesia akan lebih bagus. Visi permainan dari Shin Tae-yong juga akan lebih terserap. Dengan adaptasi yang lebih lama, harapannya timnas bisa maksimal di AFF 2021. Bahkan, tentu harapan paling utama adalah agar Indonesia bisa menjadi juara.

Diketahui, Indonesia belum pernah juara AFF sejak kejuaraan itu digelar pertama kali pada 1996. Saat itu, ajang AFF masih bernama Piala Tiger dan dilaksanakan di satu negara. Artinya sampai 12 kali ajang AFF, Indonesia belum pernah menjadi juara.

Pencapaian terbaik Indonesia hanya sebagai runner up. Pada 2000 dan 2002 Indonesia kalah dari Thailand di final. Pada 2004, Indonesia kalah dari Singapura di final. Pada 2010, Indonesia kalah dari Malaysia di final. Pada 2016, Indonesia kalah dari Thailand di final. Ajang AFF adalah ajang paling bergengsi sepak bola senior di Asia Tenggara. Ajang ini dilaksanakan dua tahun sekali. Juara terakhir dari ajang ini adalah Vietnam yang mengalahkan Malaysia di final pada 2018 lalu.

Timo Werner Lantangkan Ambisinya bersama Chelsea

Timo Werner Lantangkan Ambisinya bersama Chelsea – 1 Juli 2020 Timo Werner resmi menjadi Bagian dari skuad Chelsea,Bomber asal Jerman tersebut langsung mengusung ambisi serius selama dirinya berseragam The Blues. The Blues harus mengeluarkan dana besar untuk merekrut sang pemain dari RB Liebzig,dana sebesar 47,5 juta pound pun dikeluarkan oleh pihak The Blues untuk menebus sang pemain.

Timo Werner Lantangkan Ambisinya bersama Chelsea

Timo Werner Lantangkan Ambisinya bersama Chelsea

Lini depan pasukan Frank Lampard tampak tumpul dengan menurunnya performa para pemain depan seperti Tammy Abraham dan Olivier Giroud yang membuat Chelsea harus mencari penyerang baru di bursa Transfer.

Keputusan The Blues untuk mendaratkan Timo Werner ke Stamford Bridge merupakan keputusan yang tepat,Penyerang berpaspor Jerman tersebut tampil memukau sepanjang musim 2019-2020. Penyerang 24 tahun tersebut berhasil menorehkan 34 gol dan 13 assist dalam 45 penampilan yang ia lalui pada musim ini.

Torehan yang dicapai oleh sang striker memang sangat meyakinkan,ia berhasil mengoleksi 95 gol dari 159 pertandingan di semua kompetisi. Ketajaman taring sang penyerang akan kembali tersaji saat sang pemain memulai petualangan barunya di tanah Inggris bersama Chelsea. Apalagi Timo Werner mempunyai Ambisi untuk mencetak gol sebanyak mungkin bagi klub asal kota London tersebut.

Saya sangat senang bisa berada di sini, dan saya bakalan mencoba untuk mencetak gol sebanyak mungkin untuk Chelsea,” ungkap Werner kepada Chelsea TV.

Itulah alasan terbesar mengapa mereka membawa saya ke sini, untuk membawa gol yang saya cetak bersama Leipzig, dan mungkin bisa mencetak gol lebih banyak ketimbang di sana,” lanjutnya.

Kepada Chelsea TV, Werner juga bercerita soal pengalaman hari pertamanya di Cobham. Nampaknya, ia sedikit kikuk lantaran belum mengenal dengan baik rekan-rekan yang baru. Hari pertama rasanya selalu sedikit gila, sebab anda tidak mengenal dengan dekat semuanya,” tambah pria yang juga pernah memperkuat VfB Stuttgart tersebut.

Dan bukan cuma tim, selalu menyenangkan bisa bertemu dengan tim di belakang layar untuk pertama kalinya dan sekarang saya sangat senang bisa bertemu mereka,” tutup Werner.