Top Cristiano Ronaldo Raja Gol Tiga Liga Top Eropa

Top Cristiano Ronaldo Raja Gol Tiga Liga Top Eropa – Sudut menarik dari laga pekan ke 34 Liga Italia Serie A adalah duel antara “derbi” papan atas klasemen sementara. Peringkat pertama Juventus melawan peringkat 4 Lazio digelar di Allianz Stadium. Kedua tim berangkat ke medan laga dengan bermodalkan tiga kali tanpa kemenangan beruntun sebelumnya. Juventus kalah satu kali dan imbang dua kali. Lazio lebih parah lagi, mereka tiga kali kalah.

Top Cristiano Ronaldo Raja Gol Tiga Liga Top Eropa

Menariknya lagi, kedua tim masing-masing diperkuat oleh dua pemain yang memuncaki daftar top skorer sementara. Ciro Immobile (Lazio) dengan 29 gol, dan Cristiano Ronaldo (Juventus) dengan 28 gol. Apa yang terjadi kemudian, pada laga yang berlangsung dinihari WIB itu skor hingga jeda masih tanpa gol, alias 0-0. Seperti yang sudah-sudah, mayoritas Juventus lebih banyak membobol gawang lawannya di babak kedua. Babak kedua baru bergulir lima menit, Juventus sudah unggul 1-0 lewat sepakan dua belas pas.

VAR menyatakan Bastos handball di kotak terlarang. Ronaldo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Belum sampai lima menit kemudian, CR7 mencetak gol lagi yang membuat Juventus unggul di menit ke 54. Lazio memperkecil ketinggalan di menit ke 81. Gol ini berawal ketika Bonucci melakukan pelanggaran kepada Immobile. Ciro Immobile yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. 1-2 Lazio memperkecil ketinggalan.

Tiada lagi gol tercipta, hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, skor 2-1 tetap bertahan milik Juventus. Dengan hasil tersebut, Juventus memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara dengan poin 80. Sedangkan Lazio masih di posisi keempat dengan 69 poin yang sudah main 34 laga. Dengan gol yang diciptakannya, Ronaldo kini sama-sama memimpin pencetak gol terbanyak hingga saat ini, yaitu 30 gol yang menyamai pencapaian Ciro Immobile. Dalam empat laga tersisa, siapakah yang pada akhirnya akan mendapatkan hadiah sepatu emas.

Kini sejumlah rekor berhasil dicatat pemain asal Portugal itu. CR7 kini menjadi salah satu pesepakbola yang mampu mencetak minimal 50 gol di tiga liga top Eropa, yaitu Premier League, La Liga, dan Serie A. Dua musim bersama tim yang berjuluk “Si Nyonya Tua” itu Ronaldo sudah mencetak 51 gol. Sembilan musim berkaos Real Madrid, dia membukukan gol 311 biji. Sedangkan membela Manchester United, Ronaldo melesakkan gol 84. Selain dari itu, Opta juga mencatat, CR7 kini menjadi satu dari tiga punggawa Juventus yang mampu membukukan minimal 30 gol dalam satu musim.

Dua pemain Juventus lainnya adalah John Hansen dengan 30 gol di musim 1951/52, dan Felice Borel dengan 31 gol di musim 1933/34. Siapakah yang nantinya yang berhasil menyandang predikat capocannoniere, musim ini, Ronaldo atau Immobile. Rekor lain yang dibuat Ronaldo adalah, 50 gol tercepat yang dibuat di Liga Italia. Jika Ronaldo membukukan 50 golnya dari 61 pertandingan, sedangkan rekor sebelumnya adalah Andriy Shevchenko (asal Ukraina) yang mencetak ke 50 golnya dari 68 pertandingan.

Usai laga, kepada Sky Sport Italia, Ronaldo mengatakan rekor memang bagus. “Tetapi yang penting adalah tim menang,” katanya. Ronaldo memenangkan Bianconeri atas Lazio. Hal tersebut mau tidak mau berdampak positif kepada pelatih Si Nyonya Tua saat ini, yaitu Maurizio Sarri. Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami, selain tanpa kemenangan di tiga laga terakhirnya, sebelumnya Juventus juga gagal di dua turnamen (coppa Italia dan Piala Super), muncul rumor “si perokok” Maurizio bakal dipecat.

Kabar burung mencuit, posisi Sarri bakal digantikan Mauricio Pochettino yang secara kebetulan mantan manajer Tottenham Hotspur itu sedang “luntang-lantung” karena didepak Spurs Nopember tahun lalu, menyusul sejumlah hasil buruk tim di tangannya. Bersama Chelsea, Sarri (61 tahun), membawa tim milik Roman Abramovich itu menjuarai Liga Eropa musim lalu. Sarri dibeli Juventus pada awal musim ini menggantikan manajer sebelumnya Max Allegri.

Direktur Sepakbola Bianconeri, Fabio Paratici, menyatakan rumor bakal digantikannya Sarri cuma ada di media saja. Menurutnya, manajemen tak pernah sama sekali memperbincangkan soal pergantian pelatih. Perbincangan itu cuma ada di media, Sarri masih tetap pelatih di Allianz musim depan,” tutur Fabio Paratici.

Published by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *